Kamis, 5 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Analisis Pakar, Ini Penyebab Gempa Cianjur Terasa Dahsyat hingga Jakarta

Sabtu, 26 November 2022
A A
Sumber gempa Cianjur masih dicari. Foto brin.go.id

Sumber gempa Cianjur masih dicari. Foto brin.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Geolog UGM, Gayatri Indah Marliyani mengatakan gempa Cianjur pada 21 November 2022 magnitudonya cukup besar M 5,6 dan hiposenter yang dangkal, yakni 11 kilometer. Gempa bumi ini disebabkan pergerakan sesar aktif di darat. Gempa yang terjadi di darat, biasanya memiliki kedalaman yang dangkal kurang dari 15 kilometer sehingga guncangan gempa dirasakan kuat di permukaan.

“Sumber gempa yang dekat dengan permukaan dan magnitudo cukup besar menyebabkan dampak merusak yang cukup meluas, terutama di sepanjang jalur sesar tersebut,” kata Gayatri, Kamis (24/11).

Efek guncangan terasa paling besar di area dekat hiposenter. Energi gempa di sana terinisiasi dan menyebar sehingga mengakibatkan kerusakan signifikan di Cianjur dan Sukabumi. Wilayah Jakarta dan Bogor yang berada cukup dekat dengan lokasi gempa menyebabkan guncangan juga dirasakan kuat di sana.

Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Dampak Gempa Cianjur 310 Orang

Selain itu, tipe tanah dan batuan di bawah Jakarta mendukung terjadinya amplifikasi gelombang gempa. Tak heran, efek guncangan terasa lebih kuat di daerah cekungan Jakarta dibandingkan area lain berjarak sama yang memiliki batuan cenderung lebih keras.

Banyaknya bencana tanah longsor akibat gempa, menurut Gayatri karena di wilayah sekitar Cianjur, Sukabumi, dan Bogor terdiri jenis batuan yang ada di sekitar area tersebut serta kemiringan lereng yang tinggi. Ditambah batuan di wilayah Cianjur dan Sukabumi tersusun material hasil letusan gunung api yang masih lepas-lepas dan tebal.

“Ketika terkena guncangan keras akibat gempa bumi, lapisan tanah dan batuan lepas yang berada di lereng yang terjal akan mudah bergerak dan longsor,” paparnya.

Baca Juga: Sumbar Kirim Rendang 1,3 Ton untuk Korban Gempa Cianjur

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan menambahkan, daerah yang menjadi pusat sumber gempa merupakan kawasan rawan bencana gempa bumi, dimana struktur tanah atau batuannya kurang terkonsolidasi.

Karena batuannya relatif tidak kuat, sehingga memperkuat efek guncangan gempa. Terlebih, informasi yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa sumber gempa merupakan gempa bumi dangkal yang tidak jauh dari patahan aktif sesar Baribis.

Umumnya, pusat gempa sering terjadi di pesisir atau laut lepas. Munculnya pusat gempa di daratan karena Pulau Jawa merupakan sumber gempa yang berada di zona subduksi. Selain itu, sumber-sumber gempa berupa sesar-sesar aktif di darat juga ada di Pulau Jawa.

Baca Juga: Ringan dan Tahan Gempa, Kayu Jadi Material Konstruksi Masa Depan

Ada banyak sesar aktif di Jawa yang sudah teridentifikasi, seperti Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Opak, Sesar Baribis, Sesar Kendeng, dan masih banyak lagi. Adapun aktivitas kegempaan di Jawa bagian barat yang diakibatkan sesar aktif di darat lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa.

“Jika jalur sesar di darat dekat dengan wilayah pemukiman, harus diwaspadai,” tegas Gayatri.

Gunung Gede Aman

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINgempa CianjurGunung GedeKawasan Rawan Gempa bumiKementerian ESDMpergerakan sesar aktif di daratTanah LongsorUGMzona subduksi

Editor

Next Post
Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Analisis Pakar, Perlu Peta Jalur Gempa untuk Hidup Harmonis dengan Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media