Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Agus Maryono: Antisipasi Banjir dan Kekeringan adalah Satu Kesatuan

Upaya holistik harus dilakukan untuk menangani banjir dan kekeringan. Sebab keduanya merupakan siklus yang tak terputus.

Kamis, 31 Agustus 2023
A A
Pakar Manajemen Air UGM, Dr. Ing. Ir. Agus Maryono. Foto ugm.ac.id.

Pakar Manajemen Air UGM, Dr. Ing. Ir. Agus Maryono. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Kualitas air hujan pun cukup baik, sehingga aman untuk dikonsumsi. Sebab air hujan merupakan masa depan dari sumber daya air yang digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup manusia.

Agus terlibat aktif dalam Gerakan Memanen Hujan Indonesia (GMHI) yang telah berdiri sejak tahun 2015. Teknologi pemanen hujan yang ia kembangkan, yakni Gama Rain Filter, telah diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia dengan hasil yang cukup menjanjikan.

“Di beberapa daerah sudah dipasang. Warga yang biasanya harus membeli air di musim kemarau sudah bisa mendapat stok air yang cukup dari hasil penampungan air hujan,” kata Agus.

Baca Juga: Moh. Yani: Lingkungan Tercemar Limbah B3 Tambang Bisa Dipulihkan Kembali

Lantas bagaimana ketika musim kemarau tiba? Menanggapi situasi di berbagai daerah yang sudah menghadapi ancaman kekeringan di depan mata, menurut Agus terdapat berbagai upaya yang bisa dilakukan. Selain juga memanfaatkan droping air bersih dari pemerintah daerah setempat, seperti yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Masyarakat bisa mencari sumber air yang mungkin masih tersedia, misalnya di sepanjang alur sungai dan di sungai bawah tanah. Serta merawat kembali sumur-sumur yang tidak terpakai untuk dibersihkan dan digali lebih dalam. Masyarakat pun tidak perlu terlalu bergantung pada droping air.

“Di Gunungkidul ada banyak sungai di bawah tanah yang saat kemarau masih menyimpan banyak air. Dengan pompa, lokasi yang banyak air bisa diambil sehingga masyarakat tidak kekurangan air,” terang Agus. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Agus MaryonoGama Rain FilterGerakan Memanen Hujan Indonesiametode pemanenan air hujanmusim kemaraumusim penghujanPakar Manajemen Air UGM

Editor

Next Post
Akademisi susun standar kajian lingkungan IKN. Foto ipb.ac.id.

Akademisi Bahas Penyusunan Standar Kajian Lingkungan di IKN

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media