Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bambang Hero, Ada Dua Rekomendasi Hadapi Peningkatan Karhutla Ekstrem

Kondisi karhutla global mengkhawatirkan. Direktur Divisi Kehutanan FAO menyebutkan, luas karhutla mencapai 300 juta hektare, sehingga merupakan angka yang sangat mengejutkan.

Senin, 21 Juli 2025
A A
Direktur RFMRC-SEA, Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto Istimewa.

Direktur RFMRC-SEA, Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jauh hari, Executive Director Regional Fire Management Resource Center-Southeast Asia (RFMRC-SEA) IPB University, Prof. Bambang Hero Saharjo menyoroti berbagai tantangan serius dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dalam presentasinya yang bertajuk “Evidence Based Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan”, ia memaparkan kondisi mengkhawatirkan kebakaran global. Mengutip pernyataan Direktur Divisi Kehutanan Lembaga Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO), bahwa luas karhutla mencapai 300 juta hektare, sehingga merupakan angka yang sangat mengejutkan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat itu telah melaporkan kepada Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) pada tahun 2022. Bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari kebakaran gambut merupakan salah satu kontributor penting emisi yang dihasilkan dari Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan, dan Kehutanan (Land Use, Land-Use Change, and Forestry/LULUCF) yang mencapai 50,13 persen.

Baca juga: Hasil Tinjauan BNPB, Kebakaran Lahan dan Hutan Terjadi di Seluruh Wilayah Riau

“Karena itu, pengendalian karhutla harus serius dilakukan,” kata Bambang di hadapan 300 peserta Rapat Kerja Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan Tahun 2025 yang diselenggarakan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, Kementerian Kehutanan beberapa waktu lalu.

Terlebih, situasi semakin menantang pada masa depan. Berdasarkan laporan United Nations Environment Programme (UNEP) tahun 2022, extreme fires diprediksi akan meningkat 14 persen pada tahun 2030, 30 persen pada tahun 2050, dan 50 persen pada tahun 2100.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Brigade Manggala AgnikarhutlaProfesor Bambang Hero SaharjoRFMRC-SEA IPB University

Editor

Next Post
Ilustrsi persiapan operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BNPB.

Karhutla Juga Terpantau di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Kalimantan Selatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media