Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Amin Alamsjah, Pari Jawa Berangsur Punah Akibat Ulah Manusia

Ulah manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kepentingan menjadi faktor dominan kepunahan makhluk hidup lainnya di muka Bumi.

Sabtu, 6 Januari 2024
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, Prof. Amin Alamsjah. Foto unair.ac.id.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, Prof. Amin Alamsjah. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pari Jawa (Urolophus javanicus) merupakan hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar sehingga membutuhkan media yang baik dalam proses perkembang biakan. Selain itu, dibutuhkan nutrisi berupa ikan kecil atau udang untuk melangsungkan hidup. Namun kabar yang mengejutkan, meskipun sumber makanannya masih tergolong mudah didapat, ternyata Pari Jawa yang sebelumnya masuk dalam daftar merah, kini dinyatakan sebagai hewan punah.

“Proses kepunahannya terjadi secara berangsur-angsur dengan reduksi bertahap. Ini hewan pertama yang punah akibat ulah manusia,” kata Ahli Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Prof. HM Amin Alamsjah.

Ada beberapa faktor penyebab kepunahan ini terjadi. Antara lain penangkapan ikan yang notabene menyebabkan kerusakan ekstrem, seperti penggunaan bom ikan atau pun bahan kimia. Kemudian overfishing pada beberapa tempat juga menjadi salah satu faktor punahnya Pari Jawa. Penyebab lainnnya juga dapat terjadi karena terdapat spesies invasif.

Baca Juga: Khansa akan Mendaki Gunung Aconcagua dalam Ekspedisi Seven Summit

“Tapi hal lain yang tidak kalah kuat ialah degradasi habitat. Itu dapat terjadi karena pembangunan di daerah pesisir, seperti pembangunan dermaga atau tambak intensif yang akhirnya memangkas green belt sebagai salah satu media perkembangbiakan spesies air, seperti ikan atau udang,” ungkap Amin.

Degradasi habitat juga dapat terjadi ketika terdapat kegiatan ekstraksi habitat, seperti eksploitasi pasir, perdagangan biota ilegal, hingga limbah pabrik yang dibuang secara langsung dan perubahan iklim. Terdapat beberapa organisme yang tidak bisa beradaptasi akibat suhu air naik karena pencairan es di kutub utara.

Sebagian besar perilaku manusia menyebabkan perubahan ekosistem, seperti kerusakan parameter kualitas air dan perubahan lingkungan. Kondisi itu menjadi masalah ketika terjadi perubahan fungsi perairan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Perikanan dan Kelautan Unairhewan punahKKPPari JawaProf Amin Alamsjah

Editor

Next Post
Ilustrasi irama jantung. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Alat Praktis Deteksi Dini Penyakit Jantung yang Jangkau Pelosok Buatan Tim Unpad

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media