Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Amin Alamsjah, Pari Jawa Berangsur Punah Akibat Ulah Manusia

Ulah manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kepentingan menjadi faktor dominan kepunahan makhluk hidup lainnya di muka Bumi.

Sabtu, 6 Januari 2024
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, Prof. Amin Alamsjah. Foto unair.ac.id.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, Prof. Amin Alamsjah. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pari Jawa (Urolophus javanicus) merupakan hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar sehingga membutuhkan media yang baik dalam proses perkembang biakan. Selain itu, dibutuhkan nutrisi berupa ikan kecil atau udang untuk melangsungkan hidup. Namun kabar yang mengejutkan, meskipun sumber makanannya masih tergolong mudah didapat, ternyata Pari Jawa yang sebelumnya masuk dalam daftar merah, kini dinyatakan sebagai hewan punah.

“Proses kepunahannya terjadi secara berangsur-angsur dengan reduksi bertahap. Ini hewan pertama yang punah akibat ulah manusia,” kata Ahli Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Prof. HM Amin Alamsjah.

Ada beberapa faktor penyebab kepunahan ini terjadi. Antara lain penangkapan ikan yang notabene menyebabkan kerusakan ekstrem, seperti penggunaan bom ikan atau pun bahan kimia. Kemudian overfishing pada beberapa tempat juga menjadi salah satu faktor punahnya Pari Jawa. Penyebab lainnnya juga dapat terjadi karena terdapat spesies invasif.

Baca Juga: Khansa akan Mendaki Gunung Aconcagua dalam Ekspedisi Seven Summit

“Tapi hal lain yang tidak kalah kuat ialah degradasi habitat. Itu dapat terjadi karena pembangunan di daerah pesisir, seperti pembangunan dermaga atau tambak intensif yang akhirnya memangkas green belt sebagai salah satu media perkembangbiakan spesies air, seperti ikan atau udang,” ungkap Amin.

Degradasi habitat juga dapat terjadi ketika terdapat kegiatan ekstraksi habitat, seperti eksploitasi pasir, perdagangan biota ilegal, hingga limbah pabrik yang dibuang secara langsung dan perubahan iklim. Terdapat beberapa organisme yang tidak bisa beradaptasi akibat suhu air naik karena pencairan es di kutub utara.

Sebagian besar perilaku manusia menyebabkan perubahan ekosistem, seperti kerusakan parameter kualitas air dan perubahan lingkungan. Kondisi itu menjadi masalah ketika terjadi perubahan fungsi perairan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Perikanan dan Kelautan Unairhewan punahKKPPari JawaProf Amin Alamsjah

Editor

Next Post
Ilustrasi irama jantung. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Alat Praktis Deteksi Dini Penyakit Jantung yang Jangkau Pelosok Buatan Tim Unpad

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media