Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bayu Dwi Apri, Tanam Padi dari Cina Uji Coba Pakai Demplot Dulu

Sekonyong-konyong pemerintah akan menebar bibit padi asal Cina di lahan seluas 1 juta ha di Kalteng. Tanpa uji coba lebih dulu.

Senin, 6 Mei 2024
A A
Dosen Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho. Foto Dok. UGM

Dosen Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho. Foto Dok. UGM

Share on FacebookShare on Twitter

“Dari sisi cara budi daya juga berbeda. Ini juga tidak terlepas dari kondisi lingkungan setempat. Sebagai contoh, untuk menjadikan kondisi tanah gambut yang memiliki pH tinggi atau basa bisa ditanami dengan kondisi ideal, harus dilakukan treatment untuk menurunkan pH tersebut menjadi lahan ideal atau standar,” papar Bayu.

Belum lagi menyangkut dengan skala yang lebih sempit dalam satu hamparan, antara petak satu dengan petak lain terkadang berbeda. Ada petak sawah yang lebih subur dan ada petak sawah lainnya yang kurang subur.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi cara budi daya petani di tiap-tiap petak. Lantas, bagaimana kita menyikapinya rencana proyek tersebut?

Baca Juga: Hoaks, Pulau Tagulandang akan Tenggelam Akibat Erupsi Gunung Ruang

Dalam situasi global saat ini, menurut Bayu, menolak atau membatasi kerja sama dengan negara sangat tidak mungkin dilakukan. Meskipun menerapkan pertanian secara langsung di lahan yang luas tanpa uji coba pada skala demplot dinilai juga sebagai langkah tidak tepat.

Sementara yang ditakutkan adalah kegagalan karena bibit tidak bisa tumbuh dengan baik atau tidak menghasilkan produktivitas seperti yang diharapkan.

“Bagaimanapun kondisi lingkungan Cina dan Indonesia dalam hal ini Kalimantan Tengah memang berbeda,” ucap Bayu.

Baca Juga: Tiga Instruksi Jokowi Soal Relokasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang

Menurut dia, sebaiknya proyek penanaman tersebut tidak langsung dilakukan di area yang luas. Melainkan bisa dilakukan pada semacam piloting dengan demplot untuk pengujian terlebih dahulu. Yakni untuk memastikan bibit dari Cina tersebut cocok dengan kondisi lingkungan dan bisa diterapkan di Kalimantan Tengah.

Di sinilah peran akademisi atau lembaga riset dituntut untuk bisa memikirkan dan memberikan solusi. Banyak pihak diharapkan turut mengamati sekaligus menguji apakah bibit dari Cina tersebut bisa ditanam di Indonesia secara langsung atau justru diperlukan suatu modifikasi supaya bisa ditanam dengan kondisi riil di lahan.

“Jika bibit dari Cina telah diuji dan terbukti dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta menghasilkan produktivitas tinggi seperti di Cina, maka tentunya diperlukan peningkatan skala,” kata Bayu. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bayu Dwi Apri NugrohoFakultas Tekonologi Pertanian UGMpadi Cinapetak sawahProvinsi Kalimantan Tengah

Editor

Next Post
Sidang gugatan sengketa informasi antara Jatam Kaltim dengan Kementerian PUPR. Foto Dok. Jatam

Kalah Gugatan Sengketa Informasi Kota Spons IKN, Menteri PUPR Banding

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media