Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Forest Bathing, Terapi Redakan Stres Ringan hingga Sedang

Cocok untuk stres ringan hingga sedang, seperti kelelahan emosional, kecemasan ringan, atau burnout.

Kamis, 31 Juli 2025
A A
Memeluk pohon, salah satu bentuk terapi forest bathing. Foto aszak/pixabay.com.

Memeluk pohon, salah satu bentuk terapi forest bathing. Foto aszak/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Belakangan beredar konten yang menyebut memeluk pohon dapat meredakan stres. Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Widya Eka Nugraha mengatakan memeluk pohon bisa meredakan stres ringan jika dilakukan dalam konteks forest bathing alias terapi alam.

“Sebagian besar penelitian terkait pengaruh pohon terhadap stres dilakukan melalui setting forest bathing, bukan hanya dengan memeluk pohon semata,” ujar Widya.

Sebaliknya, jika dilakukan di luar konteks forest bathing, hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

Baca juga: Menjaga Mangrove Lewat Stop Buang Sampah, Terbitkan Regulasi dan Gandeng Kampus

“Belum cukup bukti ilmiah yang mendukung manfaat memeluk pohon secara terpisah dari praktik forest bathing,” kata dia.

Bukan pengganti pengobatan

Forest bathing, juga dikenal dengan istilah sylvotherapy, tapa hijau, atau mandi hutan merupakan aktivitas menyeluruh yang melibatkan berjalan di hutan, menghirup udara segar, menyentuh pohon, hingga melakukan meditasi kesadaran penuh (mindfulness).

“Kalau memeluk pohon dilakukan dalam konteks ini, banyak penelitian menunjukkan efek positif dalam meredakan stres,” imbuh dia.

Baca juga: Wilayah Tektonik Kamchatka Mirip Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa dan Utara Halmahera

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kedokteran IPB Universityforest bathingmemeluk pohon

Editor

Next Post
Kebun Raya Mangrove di Surabaya, Jawa Timur. Foto Dok. BRIN.

Peran Kebun Raya Mangrove Surabaya dari Konservasi hingga Ketahanan Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media