Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Capres Cawapres Dukung Hilirisasi Nikel, Jatam: Untungkan Pebisnis, Miskinkan Warga

Tiga pasangan capres cawapres mendukung hilirisasi nikel warisan pemerintahan Jokowi. Padahal praktiknya selama ini, hilirisasi bahan mentah tambang hanya menguntungkan pebisnis, tetapi memiskinkan warga dan merusak lingkungan.

Selasa, 26 Desember 2023
A A
Ilustrasi tambang nikel. Foto tribhakti.com.

Ilustrasi tambang nikel. Foto tribhakti.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres), Gibran menawarkan hilirisasi sebagai solusi konkret mengenai diplomasi perdagangan. Ia menyampaikan dalam Debat Cawapres I bertema ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan di Jakartapda 22 Desember 2023.

“Saya jawab paling konkret, hilirisasi. Kita jangan mau lagi mengirim barang mentah. Kita harus mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Contoh, nikel. Dulu sebelum hilirisasi kita ekspor hanya USD 3 miliar, sekarang setelah hilirisasi menjadi USD 33 miliar. Ini saya baru bicara masalah nikel, belum masalah timah, tembaga, bauksit, dan lain-lain,” kata Gibran.

“Usulan hilirisasi, termasuk nikel oleh Gibran, hanya melanjutkan program andalan ayah kandungnya sendiri, Presiden Jokowi, yang banyak membuat kebijakan bermasalah,” kata Pengkampanye Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Alfarhat Kasman.

Baca Juga: Aplikasi SIZE Nasional Bantu Mitigasi Penularan Penyakit Hewan kepada Manusia

Jatam pun membuat catatan penting soal praktik hilirisasi nikel yang digaungkan pada masa Jokowi itu, meliputi:

Pertama, hilirisasi nikel yang dilakukan di Indonesia selama ini justru menguntungkan Cina. Mengingat perusahaan yang melakukan hilirisasi, kebanyakan dari Cina, sehingga keuntungannya lebih banyak lari ke Cina.

Perusahaan-perusahaan yang mengolah nikel (smelter) juga banyak mendapatkan insentif, salah satunya melalui tax holiday atau insentif pembebasan pembayaran pajak. Jangka waktu tax holiday ini variatif, bergantung pada nilai investasi.

Baca Juga: Tungku Smelter Nikel di Morowali Meledak, Aktivis: Audit, Evaluasi dan Proses Hukum

Kedua, hilirisasi di wilayah sentra nikel telah memicu kemiskinan bagi warga. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan angka kemiskinan di wilayah sentra nikel justru naik. Mulai dari kemiskinan di Sulawesi Tengah yang naik sekitar 0,11 persen poin dari 12,30 persen menjadi 12,41 persen. Lalu disusul Sulawesi Selatan yang mengalami kenaikan 0,04 persen poin dari 8,66 persen menjadi 8,70 persen. Begitu pun di Maluku Utara yang naik 0,09 persen poin dari 6,37 persen pada September 2022 menjadi 6,46 persen.

Ketiga, operasi pertambangan dan smelter nikel yang sarat dengan pratik korupsi ditengarai menjadi salah satu biang kerok dari kemiskinan di wilayah sentra nikel. Elit politik dan pengusaha pertambangan memperoleh izin usaha melalui praktik suap, dugaan pemalsuan dokumen, dan kemampuan berjejaring dengan penyelenggara negara.

Keempat, hilirisasi nikel selama ini telah memicu perluasan perampasan ruang produksi warga, mulai dari lahan-lahan pertanian, wilayah tangkap nelayan, hingga mencemari air, air laut, merusak ekositem, kawasan hutan. Serta berdampak pada terganggunya kesehatan warga yang ditandai muncul dan meningkatnya ragam penyakit.

Baca Juga: Industri Ekstraktif Tak Usai, Pemerintah Justru Genjot Tambang Bawah Tanah

“Praktiknya, program hilirisasi juga memicu masifnya kekerasan dan intimidasi, hingga kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan ruang hidupnya,” kata Moh. Taufik dari Jatam Sulawesi Tengah (Sulteng).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan mentah tambangcapres cawapreshilirisasi nikelJatamJatam SultengKabupaten MorowaliPulau Wawoniismeltertax holiday

Editor

Next Post
Tungku smelter milik PT ITSS meledak dan terbakar di Morowali, 24 Desember 2023. Foto walhi.or.id.

Komisi VII DPR Minta Penghentian Sementara Operasional Smelter PT ITSS

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media