Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Capres Cawapres Dukung Hilirisasi Nikel, Jatam: Untungkan Pebisnis, Miskinkan Warga

Tiga pasangan capres cawapres mendukung hilirisasi nikel warisan pemerintahan Jokowi. Padahal praktiknya selama ini, hilirisasi bahan mentah tambang hanya menguntungkan pebisnis, tetapi memiskinkan warga dan merusak lingkungan.

Selasa, 26 Desember 2023
A A
Ilustrasi tambang nikel. Foto tribhakti.com.

Ilustrasi tambang nikel. Foto tribhakti.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Contoh nyata atas kejahatan lingkungan dan kemanusiaan itu terjadi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, tempat dimana kawasan industri Harita Group beroperasi. Lahan-lahan warga dicaplok, sumber air dan air laut tercemar, warga terserang penyakit. Bahkan satu orang warga mendekam di penjara karena dituduh menghalang-halangi aktivitas tambang.

Hal serupa terjadi di Pulau Wawonii, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, tempat dimana PT Gema Kreasi Perdana, anak usaha Harita Group, beroperasi. Warga penolak tambang yang mempertahankan ruang hidupnya justru mengalami kekerasan, intimdiasi, hingga kriminalisasi terhadap 35 orang warga. Operasi tambang di daratan juga telah mencemari sumber air warga yang memicu munculnya penyakit gatal-gatal, hingga air laut keruh-kecoklatan akibat limbah tambang.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Hujan Abu di Lima Desa

Demikian juga di Sagea, Halmahera Tengah, Maluku Utara dan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah. Di dua wilayah itu, operasi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah berdampak pada alih fungsi lahan skala besar, mencemari perairan dan merusak kawasan hutan, hingga berdampak pada terganggunya kesehatan warga.

“Ironisnya, dampak eksternalitas dari hiliriasi tidak dianggap sebagai bagian dari kerugian negara, melainkan dibebankan kepada warga. Padahal daya rusak itu juga berdampak pada terganggunya income, daya beli, dan menjadi sumber kemiskinan,” ucap Alfarhat.

Tiga Capres-Cawapres Setuju Hilirisasi
Berdasarkan catatan Jatam pula, agenda hilirasi bahan mentah tambang ini juga menjadi bagian dari agenda dua pasangan capres-cawapres lain, Ganjar-Mahfud dan Anies-Amien.

Baca Juga: Pascaerupsi Marapi, Bandara Internasional Minangkabau Dibuka Kembali

Pasangan Ganjar-Mahfud, misalnya, bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai pemain nikel raksasa dunia. Cita-cita itu disampaikan Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto yang bermimpi menjadikan Indonesia lima besar kekuatan ekonomi dunia. Capres Ganjar juga mendorong hilirasi tidak sebatas pada komoditas nikel, tetapi mesti diperluas ke sektor kelautan, pertanian, perkebunan hingga digital infrastruktur.

Demikian juga dengan pasangan Anies-Muhaimin yang mendukung hilirisasi, program andalan Jokowi. Menurut Anies, hilirisasi harus didorong dengan reindustrialisasi, sehingga akan tercipta 15 juta lapangan pekerjaan dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: BBSPGL Petakan Potensi Energi Laut Indonesia untuk Listrik Capai 60 GW

Tiga pasangan capres-cawapres tersebut tampak menjadikan agenda hilirasi sebatas mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa mendalami siapa sesungguhnya pihak yang meraup keuntungan. Upaya hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja juga mengabaikan realitas empiris ihwal rantai proses hilirisasi. Justru telah memicu lenyapnya ruang produksi warga yang akhirnya menyebabkan kehilangan pekerjaan dan kemiskinan bagi warga.

Pengabaian atas realitas itu menunjukkan, bahwa tiga pasangan capres-cawapres tengah menjaga kepentingan pelaku bisnis, mengabaikan suara warga yang sedang menderita akibat digempur percepatan dan perluasan pembongkaran material tambang untuk kepentingan hilirisasi dari industri,” sesal Alfarhat. [WLC02]

Sumber: Jatam

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bahan mentah tambangcapres cawapreshilirisasi nikelJatamJatam SultengKabupaten MorowaliPulau Wawoniismeltertax holiday

Editor

Next Post
Tungku smelter milik PT ITSS meledak dan terbakar di Morowali, 24 Desember 2023. Foto walhi.or.id.

Komisi VII DPR Minta Penghentian Sementara Operasional Smelter PT ITSS

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media