Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dirjen KSDAE Baru Diminta Kawal RUU Konservasi Sumber Daya Alam

Selasa, 2 Mei 2023
A A
MenLHK Siti Nurbaya dan Dirjen KSDAE baru Satyawan Pudyatmoko (kanan). Foto ppid.menlhk.go.id.

MenLHK Siti Nurbaya dan Dirjen KSDAE baru Satyawan Pudyatmoko (kanan). Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kesempatan tersebut, Siti juga meminta kepada Dirjen KSDAE yang baru untuk melakukan transformasi tata kelola kawasan konservasi berbasis lansekap, ekosistem dan masyarakat. Konteks tata kelola lansekap yang dimaksud adalah pengelolaan kawasan konservasi dengan dukungan dan partisipasi aktif para pihak. Termasuk masyarakat sekitar dan di dalam kawasan hutan, sehingga diperoleh manfaat bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Longsor di Wonosobo Satu Pengendara Motor Tewas Tertimbun

Sedangkan dalam untuk menguatkan pengelolaan kawasan konservasi, Siti meminta perlu ada terobosan melalui pola Resort Based Management (RBM). Terobosan tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan tingkat tapak untuk memberikan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Baik melalui peningkatan fungsi tata kelola kawasan konservasi, optimalisasi pengelolaan, perlindungan dan pengamanan, penyediaan data dan informasi, dan mampu merespon persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan.

Terobosan menyeluruh dengan mengoptimalkan kinerja RBM akan memberi kepastian areal kerja yang dikelola, wilayah tanggung jawab pengelolaan, dan sistem perencanaan dan pengelolaan kawasan konservasi. Termasuk masyarakat di sekitarnya.

“Ini unsur penting untuk mencapai good forest governance dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: Kementerian LHK ==

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ditjen KSDAEMenteri LHK Siti NurbayaResort Based ManagementRUU KSDAHEtata kelola kawasan konservasi

Editor

Next Post
Episentrum gempa dangkal di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dengan magnitudo 5,6 pada Rabu pagi, 3 Mei 2023. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan titik koordinat pusat gempa BMKG.

Gempa Dangkal 5,6 Magnitudo di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media