Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut Lewat Pendekatan Ekohidrologi

Dalam pendekatan ini, tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), yakni sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon.

Minggu, 26 Oktober 2025
A A
Kebakaran lahan gambut di palangkaraya, Kalimantan Tengah. Foto Aulia Erlangga/CIFOR.

Kebakaran lahan gambut di palangkaraya, Kalimantan Tengah. Foto Aulia Erlangga/CIFOR.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – IPB University kembali menghadirkan solusi dalam mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Muh Taufik, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis Peat Fire Vulnerability Index (PFVI) yang mampu memprediksi kerentanan hingga 14 hari ke depan.

Sistem PFVI telah diimplementasikan di kawasan prioritas restorasi gambut sejak 2021 hingga 2024 melalui kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Penerapannya di enam provinsi utama, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Namun masih ada kendala dalam pemanfaatan “jendela waktu” 14 hari untuk mitigasi dini.

“Lokasi rawan kebakaran sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utama yang kita hadapi,” ungkap Taufik dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University di Kampus Dramaga IPb University, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Baca juga: Walhi Yogyakarta Desak DIY Tolak Proyek PSEL yang Meningkatkan Degradasi Lingkungan di Piyungan

Luas lahan gambut Indonesia mencapai 14 juta hektare dengan cadangan karbon hingga 50 gigaton, hampir setengah dari total cadangan karbon gambut tropis dunia. Transformasi besar-besaran sejak 1990-an menjadi lahan pertanian dan perkebunan membuat fungsi hidrologi terganggu dan lahan mudah terbakar.

“Penurunan tinggi muka air tanah (TMAT) di bawah 60 cm meningkatkan potensi kebakaran secara signifikan,” kata dia.

Melalui pendekatan ekohidrologi, keseimbangan antara ekologi dan hidrologi dijaga agar lahan gambut tetap basah, emisi rendah, dan biodiversitas terpelihara. Pendekatan ini menawarkan prinsip dual-regulation antara regulasi alami dan aktivitas manusia.

Dalam risetnya, Taufik mengembangkan model PFVI dengan tiga variabel utama: curah hujan, suhu udara, dan TMAT. Integrasinya dengan Weather Research and Forecasting (WRF) yang memungkinkan prediksi kondisi hingga dua minggu ke depan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Restorasi Gambut dan MangroveCadangan karbonFMIPA IPB Universitykebakaran lahan gambutpendekatan ekohidrologi

Editor

Next Post
Ilustrasi ramuan pereda influenza. Foto fotoblend/pixabay.com.

Varian Virus Influenza Berbeda, Respons Kekebalan Tubuh Berpotensi Lambat

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media