Selasa, 3 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Etty Riani, Kontaminasi Mikroplastik di Perairan di Indonesia Belum Bisa Disebut Pencemaran

Indonesia menempati posisi kedua setelah Cina sebagai negara dengan tingkat kontaminasi mikroplastik tertinggi.

Jumat, 28 Februari 2025
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Share on FacebookShare on Twitter

“Data yang akurat diperlukan untuk memahami tingkat kontaminasi ini,” ujar dia.

Baca juga: Bahlil Minta Daerah Permudah Perizinan Eksplorasi Migas Demi Ketahanan Energi

Belum bisa disebut pencemaran

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kontaminasi mikroplastik belum bisa disebut sebagai pencemaran. Sebab pencemaran harus keluar atau tidak memenuhi standar baku mutu.

“Sedangkan Indonesia, bahkan semua negara maju yang ada di dunia, belum memiliki baku mutu untuk pencemaran mikroplastik di perairan ataupun di media lainnya,” jelas dia.

Baca juga: Hakim Tolak Praperadilan Kasus Pagar Laut Tangerang

Baku mutu yang ada saat ini (di luar mikroplastik) di Indonesia juga diadopsi dari negara lain. Untuk menetapkan baku mutu sendiri, diperlukan pengujian toksikologi yang panjang, termasuk uji pada biota (sesuai baku mutu tempat hidupnya. Misalnya baku mutu perairan laut, baku mutu perairan darat, dan sebagainya) yang sensitif terhadap bahan pencemar yang akan diuji, dan diujikan pada beberapa fase hidupnya.

“Mengingat sampai saat ini belum ada satu negarapun yang memiliki baku mutu untuk mikro dan atau nano plastik, maka kita bisa menyebutnya sebagai kontaminasi saja, bukan pencemaran,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FPIK IPB Universitymikroplastiknanoplastikperairan IndonesiaProf. Etty Riani

Editor

Next Post
Pengujian sampel BBM di Lemigas. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Ambil Sampel di SPBU Jabodetabek, Lemigas Klaim Kualitas BBM Sesuai Standar

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.Matcha Bukan Solusi Instan agar Kulit Glowing
    In Rehat
    Minggu, 1 Maret 2026
  • Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia
    In IPTEK
    Minggu, 1 Maret 2026
  • Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator
    In IPTEK
    Sabtu, 28 Februari 2026
  • Peta sebaran industri ekstratktif Gubernur Maluku Utara. Foto Jatam.Jatam Desak Cabut Izin Tambang Nikel Ilegal di Maluku Utara, Denda Rp500 Miliar Bukan Solusi
    In Lingkungan
    Sabtu, 28 Februari 2026
  • Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026. Foto BPMI Setpres/White House.Perjanjian Dagang Timbal Balik, Prabowo Serahkan Kedaulatan Ekologi pada Amerika Serikat
    In News
    Jumat, 27 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media