Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Etty Riani, Timbunan Limbah Cangkang Kerang Hijau Terkontaminasi Logam Berat

Kontaminasi logam berat juga dapat terserap akar, batang, dan daun mangrove, lalu berpindah ke biota air lain melalui proses makan-memakan atau biomagnifikasi.

Selasa, 25 November 2025
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.

Share on FacebookShare on Twitter

Kontaminasi logam berat tidak hanya berhenti di tanah atau sedimen. Bahan berbahaya ini dapat terserap akar, batang, dan daun mangrove, juga berpindah ke biota air lain melalui proses makan-memakan atau biomagnifikasi.

“Akhirnya akan membahayakan kesehatan manusia yang merupakan konsumen dari berbagai biota laut,” jelas dia.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, logam berat tersebut berpotensi menimbulkan gangguan fisiologis, kerusakan organ, kegagalan reproduksi, hingga cacat bawaan pada keturunan biota air. Selain itu, tumpukan cangkang yang memadat dapat merusak struktur tanah dan sedimen sehingga menurunkan kualitas ekologis secara permanen.

Baca juga: Delapan Kecamatan di Padang Pariaman Tergenang Luapan Banjir Empat Sungai

Selain dampak ekologis, timbunan cangkang juga dapat memicu munculnya vektor penyakit.

“Saya belum menemukan kajian yang menyebutkan kerang atau ikan di sekitar lokasi timbunan terkontaminasi bakteri patogen. Namun secara umum, tumpukan limbah seperti ini biasanya menjadi sarang lalat, parasit, dan patogen lain yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat,” kata Etty.

Ia menegaskan cangkang kerang hijau tidak boleh ditimbun begitu saja di wilayah pesisir. Ia mendorong ada lokasi khusus untuk menampung limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan maupun menjadi sumber penyakit.

Baca juga: Musim Hujan Memicu Peningkatan Potensi Erupsi Gunung Semeru

Etty juga mengingatkan cangkang tidak boleh dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, pakan biota, ataupun pupuk selama masih mengandung logam berat. Kecuali cangkang kerang itu mendapat perlakuan dengan teknologi khusus untuk menghilangkan bahan berbahaya dan beracun tersebut.

Sebagai solusi berbasis ekonomi sirkular, ia merekomendasikan pemanfaatan cangkang untuk produk nonkonsumsi. Cangkang yang telah dibersihkan memiliki warna menarik dan berpotensi menjadi bahan kerajinan bernilai ekonomi. Cangkang juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti CaO atau CaCO₃ untuk campuran beton, bata, paving block, dan lainnya. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ekosistem lingkunganFPIK IPB Universitykerang hijaulimbah cangkang keranglogam beratProf. Etty Riani

Editor

Next Post
Bunga-bunga tabur dari keluarga korban, warga, tim SAR, pemerintah Banjarnegara menutup pencarian 11 korban hilang akibat ongsor, 25 November 2025. Foto Dok. BNPB.

Akhir Pencarian 11 Korban Longsor Banjarnegara di Bawah Ancaman Tanah Bergerak

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media