Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Fakultas Teknik UGM Sulap Batu Bara Jadi Asam Humat yang Suburkan Tanah

Asam humat adalah salah satu dari tiga komponen penyusun humus atau tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi.

Rabu, 27 Desember 2023
A A
Ilustrasi asam humat. Foto bisatani.com.

Ilustrasi asam humat. Foto bisatani.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Komisi VII DPR Minta Penghentian Sementara Operasional Smelter PT ITSS

Potensi pasar asam humat diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan 50 juta hektare lahan dan akan terus bertumbuh. Meskipun belum sepenuhnya terealisasikan, jumlah itu dinilai realistis dengan menghitung lahan produktif di Indonesia serta total produksi asam humat per tahun. Diperkirakan angka produksi asam humat dari batu bara, khususnya batu bara Peranap mencapai 400.000 ton per tahun.

Hasil penelitian yang dipresentasikan pada 19 Desember 2023 itu memberi gambaran potensi yang cukup menjanjikan. Program itu juga sejalan dengan Program Peningkatan Nilai Tambah (PNT) batu bara yang tercantum dalam UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Batu Bara.

Baca Juga: Capres Cawapres Dukung Hilirisasi Nikel, Jatam: Untungkan Pebisnis, Miskinkan Warga

Ferian mengklaim Inisiasi itu mendorong kembali upaya untuk menyelamatkan industri batu bara yang akhirmelandai akibat agenda transisi energi ke sumber energi yang ramah lingkungan. PT. Bukit Asam selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) Peranap mengaku kesulitan menjual batu bara di tengah jumlah produksi yang justru meningkat.

“Memang perlu kerja sama. Kerja sama yang sudah terjalin antara pemerintah, lembaga penelitian, dan industri. Industri penghasil asam humat, harapannya tidak berhenti di sini saja. Semoga nantinya bisa benar-benar terealisasi dan memberikan dampak untuk industri agro dan produk-produk di luar negeri juga,” kata Ferian. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: asam humatbatu baraFakultas Teknik UGMKementerian ESDMkesuburan tanahpenyusun humus

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal di Selatan Jawa Barat, Garut dan Tasikmalaya magnitudo 5,5 pada Kamis, 28 Desember 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Dangkal Garut dan Tasikmalaya Dipicu Aktivitas Penyesaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media