Kamis, 2 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Fakultas Teknik UGM Sulap Batu Bara Jadi Asam Humat yang Suburkan Tanah

Asam humat adalah salah satu dari tiga komponen penyusun humus atau tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi.

Rabu, 27 Desember 2023
A A
Ilustrasi asam humat. Foto bisatani.com.

Ilustrasi asam humat. Foto bisatani.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Komisi VII DPR Minta Penghentian Sementara Operasional Smelter PT ITSS

Potensi pasar asam humat diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan 50 juta hektare lahan dan akan terus bertumbuh. Meskipun belum sepenuhnya terealisasikan, jumlah itu dinilai realistis dengan menghitung lahan produktif di Indonesia serta total produksi asam humat per tahun. Diperkirakan angka produksi asam humat dari batu bara, khususnya batu bara Peranap mencapai 400.000 ton per tahun.

Hasil penelitian yang dipresentasikan pada 19 Desember 2023 itu memberi gambaran potensi yang cukup menjanjikan. Program itu juga sejalan dengan Program Peningkatan Nilai Tambah (PNT) batu bara yang tercantum dalam UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Batu Bara.

Baca Juga: Capres Cawapres Dukung Hilirisasi Nikel, Jatam: Untungkan Pebisnis, Miskinkan Warga

Ferian mengklaim Inisiasi itu mendorong kembali upaya untuk menyelamatkan industri batu bara yang akhirmelandai akibat agenda transisi energi ke sumber energi yang ramah lingkungan. PT. Bukit Asam selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) Peranap mengaku kesulitan menjual batu bara di tengah jumlah produksi yang justru meningkat.

“Memang perlu kerja sama. Kerja sama yang sudah terjalin antara pemerintah, lembaga penelitian, dan industri. Industri penghasil asam humat, harapannya tidak berhenti di sini saja. Semoga nantinya bisa benar-benar terealisasi dan memberikan dampak untuk industri agro dan produk-produk di luar negeri juga,” kata Ferian. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: asam humatbatu baraFakultas Teknik UGMKementerian ESDMkesuburan tanahpenyusun humus

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal di Selatan Jawa Barat, Garut dan Tasikmalaya magnitudo 5,5 pada Kamis, 28 Desember 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Dangkal Garut dan Tasikmalaya Dipicu Aktivitas Penyesaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media