Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Bumi Sukabumi Diduga Aktivitas Vulkanik Gunung Salak

Kamis, 14 Desember 2023
A A
Bangunan rumah rusak akibat gempa Sukabumi pada 14 Desember 2023. Foto Dok. BNPB.

Bangunan rumah rusak akibat gempa Sukabumi pada 14 Desember 2023. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ketua DPR Puan Maharani meminta Pemerintah siaga menyusul analisa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menduga gempa M 4,6 di Sukabumi pada 14 Desember 2023 pukul 06.35 WIB pagi berkaitan dengan aktivitas Gunung Salak. Pusat gempa itu berada di darat 25 Km Barat Laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 5 Km. Gempa Sukabumi tersebut turut dirasakan masyarakat di Bogor dan Tangerang.

“Perlu analisa dan langkah mitigasi lanjutan atas gempa di Sukabumi untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Apalagi gempa diduga berasal dari gempa vulkanik,” kata Puan, Kamis, 14 Desember 2023.

Berdasarkan keterangan BMKG, gempa Sukabumi tersebut merupakan jenis gempa swarm yang memiliki kaitan dengan aktivitas vulkanik. Gempa tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Salak. Puan mengingatkan agar tidak ada kekurangan dalam sistem deteksi dini kebencanaan, sehingga kejadian seperti di Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) tak terulang kembali.

Baca Juga: Aktivitas Kawah Bromo Meningkat, Radius Aman Lebih dari 1 Km

“Belajar dari erupsi Gunung Marapi, kewaspadaan harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin ada lagi korban akibat kurang maksimalnya sistem deteksi dini. Jangan sampai ada gangguan sistem pemantauan gunung berapi yang mengakibatkan sistem peringatan dini menjadi tidak berfungsi,” kata Puan.

Sebanyak 75 orang pendaki terjebak saat Gunung Marapi erupsi pada 3 Desember lalu. Akibatnya, 23 pendaki tewas dan belasan lainnya luka-luka. Penyebab banyak korban meninggal dunia diduga karena kurangnya sistem deteksi dan prosedur keselamatan yang diabaikan, termasuk tak ada peringatan dari pihak pengawas.

“Sistem peringatan dini tidak boleh dianggap enteng,” tegas Puan.

Baca Juga: Strategi KKP Optimalisasi Pengawasan Terintegrasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan 2024

Sementara Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan membantah dugaan tersebut, bahwa tidak ada kaitan antara gempa Sukabumi dengan aktivitas Gunung Salak.

“Sampai saat ini, pos Gunung Salak tidak merekam gempa vulkanik,” kata Hendra dikutip dari CNN Indonesia.

Sampai saat ini, status Gunung Salak masih Normal atau level 1. Aktivitas vulkanik sempat mengalami kenaikan usai gempa M 4,0 di barat daya Bogor pada 8 Desember 2023 dini hari. Gempa tersebut mengakibatkan peningkatan lebih dari empat kali gempa per hari selama 6-8 Desember 2023.

Baca Juga: Tolak Proyek PLT Geothermal, Rakyat Padarincang: Ada Pelanggaran HAM Serius

Data PVMBG menunjukkan ada 8 gempa lokal pada 6 Desember 2023, 7 kali pada 7 Desember 2023, 7 gempa pada 8 Desember 2023. PVMBG juga melaporkan gempa tektonik jauh mendominasi Gunung Salak sebanyak 31 kali dan gempa tektonik lokal 22 kali selama 1-9 Desember 2023.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas vulkanikgempa Sukabumigempa swarmGunung SalakKabupaten BogorKabupaten Sukabumi

Editor

Next Post
Debat pertama capres 2024. Foto kpu.go.id.

Walhi: 3 Capres Tak Singgung Ketidakadilan Penguasaan SDA dalam Debat HAM

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media