Hanya saja, ginseng Jawa tidak mengandung ginsenoside, senyawa penanda bahan aktif khas ginseng Korea dan China. Ginsenoside merupakan turunan saponin dengan efek farmakologi yang kuat pada ginseng Korea, dan senyawa ini tidak ditemukan pada ginseng Jawa.
Baca juga: Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
Rini menerangkan, berdasarkan uji laboratorium Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), ginseng Jawa diketahui paling banyak mengandung phytol dan asam lemak heksadekanoat. Asam heksadekanoat biasa digunakan untuk bahan pembuat sabun dan pelembap kulit, sehingga membuka peluang pengembangan ginseng jawa di industri kosmetik.
Sementara manfaat phytol masih jarang dibahas. Beberapa penelitian menyebutkan senyawa ini bisa digunakan sebagai bahan tambahan wewangian. Kemungkinan memiliki efek kesehatan tertentu seperti membantu menghambat peradangan atau bekerja sebagai antioksidan.
Saat ini, penelitian yang telah dilakukan pada ginseng Jawa meliputi pengukuran kapasitas antioksidan, efek analgesik, antiinflamasi, dan imunomodulator. Namun, menurut Rini, pengembangan potensinya dinilai masih terbatas karena kandungan aktifnya yang umum. [WLC02]
Sumber: IPB University
Discussion about this post