Rabu, 10 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?

Masih ada tantangan berupa persepsi masyarakat terkait nuklir yang kerap diasosiasikan dengan bom atau kecelakaan reaktor.

Senin, 25 Agustus 2025
A A
Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.

Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pada tahun 2016, salak pondoh yang diekspor dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke Australia dimusnahkan karena ditemukan belatung lalat buah. Sejak itu, Australia tidak lagi menerima ekspor salak dari DIY. Perkembangannya, dengan dukungan teknologi nuklir, telur maupun larva lalat buah di dalam salak dapat dimatikan.

“Kami harapkan produk buah kita diterima negara mitra dagang,” terang Ketua Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman Faperta UGM, Suputa saat menerima kunjungan tim peneliti BRIN di Joglo Fakultas Pertanian UGM, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Lantaran pasar ekspor produk buah hortikultura sering terkendala akibat terserang hama, Tim Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjalin kolaborasi riset di bidang perlindungan tanaman. Khususnya pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengendalian lalat buah sebagai hama utama komoditas hortikultura.

Baca juga: Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan

Fokus kolaborasi tersebut Adalah peningkatan daya saing komoditas hortikultura lokal, terutama salak pondoh sebagai ikon Yogyakarta.

“Serangan lalat buah menjadi hambatan serius dalam ekspor buah Indonesia,” kata Suputa

Ia menambahkan, harapan terbesar dari kolaborasi ini adalah meningkatkan devisa negara melalui sektor ekspor sekaligus menjaga keberlangsungan buah lokal.

Baca juga: Arbelly Noor, Bersepeda Menembus Hutan Melintasi Italia hingga Norwegia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINhama buahlalat buahProgram Studi Magister Ilmu Hama Tanaman Faperta UGMteknologi nuklir

Editor

Next Post
Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.

Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia
    In News
    Senin, 8 Desember 2025
  • Muhammad Syamsudin dan prototipe alat peringatan dini bencana. Foto Humas BMKG.Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh
    In IPTEK
    Senin, 8 Desember 2025
  • Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto Dok. IPB University.Bambang Hero, 1-2 Pohon Tumbang Itu Alami, Kalau Akibatkan Longsor Itu Ulah Manusia
    In Sosok
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Punggungan pasir yang menjadi benteng alami tsunami di pesisir selatan Jawa. Foto Dok. BRIN.Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa
    In Rehat
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Pencemaran plastik di pesisir pantai. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.Rantai Mikroplastik Hingga Masuk ke Tubuh Manusia
    In Rehat
    Sabtu, 6 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media