Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?

Masih ada tantangan berupa persepsi masyarakat terkait nuklir yang kerap diasosiasikan dengan bom atau kecelakaan reaktor.

Senin, 25 Agustus 2025
A A
Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.

Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pada tahun 2016, salak pondoh yang diekspor dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke Australia dimusnahkan karena ditemukan belatung lalat buah. Sejak itu, Australia tidak lagi menerima ekspor salak dari DIY. Perkembangannya, dengan dukungan teknologi nuklir, telur maupun larva lalat buah di dalam salak dapat dimatikan.

“Kami harapkan produk buah kita diterima negara mitra dagang,” terang Ketua Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman Faperta UGM, Suputa saat menerima kunjungan tim peneliti BRIN di Joglo Fakultas Pertanian UGM, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Lantaran pasar ekspor produk buah hortikultura sering terkendala akibat terserang hama, Tim Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjalin kolaborasi riset di bidang perlindungan tanaman. Khususnya pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengendalian lalat buah sebagai hama utama komoditas hortikultura.

Baca juga: Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan

Fokus kolaborasi tersebut Adalah peningkatan daya saing komoditas hortikultura lokal, terutama salak pondoh sebagai ikon Yogyakarta.

“Serangan lalat buah menjadi hambatan serius dalam ekspor buah Indonesia,” kata Suputa

Ia menambahkan, harapan terbesar dari kolaborasi ini adalah meningkatkan devisa negara melalui sektor ekspor sekaligus menjaga keberlangsungan buah lokal.

Baca juga: Arbelly Noor, Bersepeda Menembus Hutan Melintasi Italia hingga Norwegia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINhama buahlalat buahProgram Studi Magister Ilmu Hama Tanaman Faperta UGMteknologi nuklir

Editor

Next Post
Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.

Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media