Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Walhi Ingatkan Alam Jawa Timur Sedang Sakit

Hari Lingkungan Hidup harus menjadi pengingat bahwa Bumi dan rakyat tidak bisa terus dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak.

Kamis, 5 Juni 2025
A A
Ilustrasi banjir di wilayah Jawa Timur. Foto BPBD Jatim.

Ilustrasi banjir di wilayah Jawa Timur. Foto BPBD Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan laporan warga di Bojonegoro dan Gresik telah terjadi pencemaran udara. Masyarakat terdampak pencemaran udara dari pabrik-pabrik yang dibangun dekat permukiman tanpa pengawasan berarti. Akibatnya, kegiatan belajar terganggu, ekonomi warga menurun, dan gangguan kesehatan mulai bermunculan.

“Ini bukti bahwa izin industri masih diberikan tanpa kajian dampak sosial-lingkungan yang memadai,” tegas dia.

Kelima, transisi energi di Jawa Timur justru dibajak oleh kepentingan industri dan solusi palsu.

Baca juga: Serukan Penyelamatan Raja Ampat dari Tambang, Aktivis Greenpeace Indonesia Ditangkap

Penggunaan biomassa seperti pelet kayu dalam skema co-firing PLTU, seperti di Paiton, hanya menunda pensiun dini batubara. Proyek RDF dan PLTSa juga bukan solusi atas krisis sampah, karena tidak menyelesaikan masalah dari hulunya. Bahkan menambah beban warga karena ada residu dan emisi baru yang dihasilkan.

Proyek energi terbarukan lainnya pun bermasalah. Proyek PLTS di Sumenep misalnya, justru merampas 110 hektare lahan kebun milik warga dan pesantren, serta mengancam sumber mata air di daerah yang sudah mengalami kesulitan air. Sementara proyek geothermal di kawasan pegunungan seperti Lawu, Wilis, Arjuno, Welirang, Semeru, Argopuro, Raung, dan Ijen mengancam kawasan lindung dan rentan memicu bencana ekologis baru.

Empat desakan untuk pemerintah Jatim

Walhi Jawa Timur menilai, saat ini tata kelola lingkungan hidup di Jawa Timur masih elitis, tertutup, dan cenderung berpihak pada kepentingan industri ekstraktif dan energi kotor. Situasi ini hanya akan memperparah ketimpangan ekologis dan sosial yang sudah terjadi.

Baca juga: Serukan Penyelamatan Raja Ampat dari Tambang, Aktivis Greenpeace Indonesia Ditangkap

Koalisi ini mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota untuk segera:

Pertama, Melakukan revisi menyeluruh terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar tidak lagi menjadi alat legalisasi perusakan lingkungan.

Kedua, Menghentikan pemberian izin baru bagi industri dan tambang yang berada di wilayah rentan dan dekat permukiman.

Ketiga, Membatalkan proyek transisi energi yang tidak adil dan berbasis solusi palsu, serta menggantinya dengan skema transisi energi berbasis komunitas, desentralistik, dan berkeadilan ekologis.

Baca juga: Libur Panjang Akhir Pekan, Wisatawan Tinggalkan Gunungan Sampah di Kawah Ijen

Keempat, Memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran dan perusakan lingkungan, dan terakhir, membuka ruang partisipasi publik secara bermakna dan sejati dalam setiap kebijakan lingkungan.

“Hari Lingkungan Hidup harus menjadi pengingat bahwa bumi dan rakyat tidak bisa terus dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak. Jangan tertipu oleh indeks. Lihatlah kenyataan di lapangan. Jawa Timur butuh keberanian politik untuk memilih jalan keberlanjutan yang berpihak pada rakyat dan alam,” seru Pradipta. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Indeks Kualitas Lingkungan HidupJawa TimurPerda RTRW JatimWalhi Jawa Timur

Editor

Next Post
operasi pencarian korban longsor tambang Gunung Kuda di Cirebon resmi dihentikan pada 5 Juni 2025. Foto BPBD Jawa Barat.

Area Tambang Gunung Kuda Labil, Operasi Pencarian Korban Longsor Dihentikan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media