Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Libur Panjang Akhir Pekan, Wisatawan Tinggalkan Gunungan Sampah di Kawah Ijen

BBKSDA Jatim kembali menghimbau seluruh pengunjung untuk membawa pulang kembali sampah mereka, menggunakan tempat sampah yang tersedia, dan tidak meninggalkan apapun selain kenangan dan jejak langkah.

Senin, 2 Juni 2025
A A
Berkarung-karung sampah ditinggalkan para wisatawan saat libur akhir Mei 2025 di Kawah Ijen, Banyuwangi. Foto BBKSDA Jawa Timur.

Berkarung-karung sampah ditinggalkan para wisatawan saat libur akhir Mei 2025 di Kawah Ijen, Banyuwangi. Foto BBKSDA Jawa Timur.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ribuan wisatawan menyerbu Kawah Ijen selama libur panjang akhir Mei 2025. Di balik euforia pendakian dan perburuan momen matahari terbit, tim konservasi justru berhadapan dengan situasi tak sedap. Tumpukan sampah ditinggalkan pengunjung di titik-titik rawan, terutama di area Paltuding.

Tim Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama relawan di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen langsung bertindak demi pengelolaan wisata alam ramah lingkungan dan berkelanjutan. Seluruh sampah dikumpulkan, lalu diangkut menuju TPS3R “Dewi Sri” di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. TPS3R ini adalah fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikelola BUMDes setempat.

Tak hanya soal volume sampah. Yang lebih mengkhawatirkan adalah rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kawasan konservasi. Seharusnya hanya ada jejak kaki, justru ditemukan jejak plastik dan puntung rokok, sehingga merusak lanskap yang telah dijaga puluhan tahun.

Baca juga: Ada Empat Perizinan Usaha Tambang Galian C di Blok Gunung Kuda di Cirebon

Wisata alam bukan sekadar pelesiran. Ia adalah ruang belajar tentang keterhubungan manusia dengan bumi. Tapi ketika pengunjung meninggalkan sampah, mereka tak hanya mencemari tanah, tapi juga menodai nilai kesadaran ekologis.

Kegiatan ini juga telah disampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk sinergisitas. Mengingat isu kebersihan menjadi perhatian utama pemkab dalam menjaga kualitas layanan wisata selama lonjakan kunjungan libur panjang.

BBKSDA Jatim kembali menghimbau seluruh pengunjung untuk membawa pulang kembali sampah mereka, menggunakan tempat sampah yang tersedia, dan tidak meninggalkan apapun selain kenangan dan jejak langkah. Dengan keterlibatan masyarakat lokal, pengelola kawasan, dan wisatawan yang peduli, Kawah Ijen akan terus menjadi surga alami yang tidak hanya indah. Namun juga bersih dan bermartabat.

Baca juga: Kebun Raya Sriwijaya Menuju Laboratorium Hidup Ekologi

Menuju wisata alam berkelanjutan

Sementara Sabtu, 31 Mei 2025, Penjabat Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo memimpin rapat monitoring dan evaluasi pengelolaan wisata alam di TWA Kawah Ijen dan Ranti. Rapat yang digelar di kawasan strategis Paltuding itu menghadirkan beragam pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar KSDA Jawa Timur yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah V Banyuwangi.

Juga dihadiri lintas perangkat daerah, mulai dari BPKAD, Bapenda, Disbudpar, hingga perwakilan Dishub serta Perhutani. Rapat difokuskan pada evaluasi pengelolaan wisata alam di dua titik strategis: Kawah Ijen dan Ranti.

Di balik keindahan lanskap Kawah Ijen yang tersohor akan api birunya, tersimpan tantangan tata kelola wisata yang kompleks, dari penataan parkir, ketersediaan air bersih, hingga peluang retribusi daerah yang adil dan legal. Semua itu dibahas dalam suasana koordinatif, reflektif, dan penuh semangat sinergi untuk menjaga keberlanjutan salah satu ikon wisata alam Indonesia ini.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Jawa Timurgunungan sampahKabupaten BanyuwangiTWA Kawah Ijen

Editor

Next Post
Aktivis Greenpeace Indonesia serukan penyelamatan Raja Ampat di Konferensi Nikel di Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025. Foto Greenpeace Indonesia.

Serukan Penyelamatan Raja Ampat dari Tambang, Aktivis Greenpeace Indonesia Ditangkap

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media