Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Libur Panjang Akhir Pekan, Wisatawan Tinggalkan Gunungan Sampah di Kawah Ijen

BBKSDA Jatim kembali menghimbau seluruh pengunjung untuk membawa pulang kembali sampah mereka, menggunakan tempat sampah yang tersedia, dan tidak meninggalkan apapun selain kenangan dan jejak langkah.

Senin, 2 Juni 2025
A A
Berkarung-karung sampah ditinggalkan para wisatawan saat libur akhir Mei 2025 di Kawah Ijen, Banyuwangi. Foto BBKSDA Jawa Timur.

Berkarung-karung sampah ditinggalkan para wisatawan saat libur akhir Mei 2025 di Kawah Ijen, Banyuwangi. Foto BBKSDA Jawa Timur.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ribuan wisatawan menyerbu Kawah Ijen selama libur panjang akhir Mei 2025. Di balik euforia pendakian dan perburuan momen matahari terbit, tim konservasi justru berhadapan dengan situasi tak sedap. Tumpukan sampah ditinggalkan pengunjung di titik-titik rawan, terutama di area Paltuding.

Tim Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama relawan di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen langsung bertindak demi pengelolaan wisata alam ramah lingkungan dan berkelanjutan. Seluruh sampah dikumpulkan, lalu diangkut menuju TPS3R “Dewi Sri” di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. TPS3R ini adalah fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikelola BUMDes setempat.

Tak hanya soal volume sampah. Yang lebih mengkhawatirkan adalah rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kawasan konservasi. Seharusnya hanya ada jejak kaki, justru ditemukan jejak plastik dan puntung rokok, sehingga merusak lanskap yang telah dijaga puluhan tahun.

Baca juga: Ada Empat Perizinan Usaha Tambang Galian C di Blok Gunung Kuda di Cirebon

Wisata alam bukan sekadar pelesiran. Ia adalah ruang belajar tentang keterhubungan manusia dengan bumi. Tapi ketika pengunjung meninggalkan sampah, mereka tak hanya mencemari tanah, tapi juga menodai nilai kesadaran ekologis.

Kegiatan ini juga telah disampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk sinergisitas. Mengingat isu kebersihan menjadi perhatian utama pemkab dalam menjaga kualitas layanan wisata selama lonjakan kunjungan libur panjang.

BBKSDA Jatim kembali menghimbau seluruh pengunjung untuk membawa pulang kembali sampah mereka, menggunakan tempat sampah yang tersedia, dan tidak meninggalkan apapun selain kenangan dan jejak langkah. Dengan keterlibatan masyarakat lokal, pengelola kawasan, dan wisatawan yang peduli, Kawah Ijen akan terus menjadi surga alami yang tidak hanya indah. Namun juga bersih dan bermartabat.

Baca juga: Kebun Raya Sriwijaya Menuju Laboratorium Hidup Ekologi

Menuju wisata alam berkelanjutan

Sementara Sabtu, 31 Mei 2025, Penjabat Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo memimpin rapat monitoring dan evaluasi pengelolaan wisata alam di TWA Kawah Ijen dan Ranti. Rapat yang digelar di kawasan strategis Paltuding itu menghadirkan beragam pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar KSDA Jawa Timur yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah V Banyuwangi.

Juga dihadiri lintas perangkat daerah, mulai dari BPKAD, Bapenda, Disbudpar, hingga perwakilan Dishub serta Perhutani. Rapat difokuskan pada evaluasi pengelolaan wisata alam di dua titik strategis: Kawah Ijen dan Ranti.

Di balik keindahan lanskap Kawah Ijen yang tersohor akan api birunya, tersimpan tantangan tata kelola wisata yang kompleks, dari penataan parkir, ketersediaan air bersih, hingga peluang retribusi daerah yang adil dan legal. Semua itu dibahas dalam suasana koordinatif, reflektif, dan penuh semangat sinergi untuk menjaga keberlanjutan salah satu ikon wisata alam Indonesia ini.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Jawa Timurgunungan sampahKabupaten BanyuwangiTWA Kawah Ijen

Editor

Next Post
Aktivis Greenpeace Indonesia serukan penyelamatan Raja Ampat di Konferensi Nikel di Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025. Foto Greenpeace Indonesia.

Serukan Penyelamatan Raja Ampat dari Tambang, Aktivis Greenpeace Indonesia Ditangkap

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media