Jumat, 3 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

IPB University Teliti Populasi Ikan Red Devil yang Resahkan Nelayan Danau Toba

Kamis, 24 Oktober 2024
A A
Distribusi ikan red devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba bulan April 2024. Foto Dok. FPIK IPB University.

Distribusi ikan red devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba bulan April 2024. Foto Dok. FPIK IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Populasi ikan red devil atau tayo-tayo di perairan Danau Toba ditengarai telah menyebar luas hampir di seluruh perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Ledakan populasi ikan invansif itu telah meresahkan masyarakat nelayan di pinggiran Danau Toba.

Tim dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2024 melakukan penelitian distribusi dan kelimpahan populasi ikan red devil itu pada bulan April 2024 hingga Oktober. Survei distribusi ikan red devil meliputi lima kabupaten, yaitu Kabupaten Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Simalungun.

Penelitian tim dosen yang beranggotakan Prof. Jonson Lumban-Gaol, Charles PH Simanjuntak, Prof. Vincentius V. Siregar, dan Dinar Tri Soelistyowati itu merupakan upaya awal untuk mengendalikan populasinya.

Baca Juga: Simocakap, Cegah Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

Ikan yang ditemukan selama survei terdiri atas tujuh spesies dari lima famili. Ikan yang paling melimpah dan dominan ditemukan di seluruh lokasi sampling adalah ikan red devil (Amphilophus citrinellus) dari berbagai ukuran.

“Temuan kami mengindikasikan ikan red devil telah mampu mengembangkan populasinya secara masif di perairan Danau Toba. Padahal itu bukan ikan asli (alien species) Danau Toba, karena berasal dari Nicaragua,” jelas Charles yang merupakan Ichthyologist dari FPIK IPB dalam siaran tertulis yang diterima Wanaloka.com, Kamis, 24 Oktober 2024.

Selama penelitian, tim Dosen FPIK ini juga menemukan spesies ikan asli Danau Toba, seperti ikan batak (Neolissochilus soro) dan ikan Indosiar (Glossogobius giuris). Bahkan satu spesies ikan yang pernah menjadi primadona pada kurun waktu 2003-2013, yakni ikan Mystacoleucus padangensis atau disebut juga ikan pora-pora, berhasil ditemukan di beberapa anak sungai (inlet Danau Toba).

Baca Juga: Pengamat UGM Ingatkan Prabowo, Swasembada Energi Butuh Komitmen Bukan Omon-omon

“Padahal ikan ini dianggap telah punah di Danau Toba semenjak tahun 2016,” ungkap Charles.

Populasi ikan red devil yang melimpah dan menyebar luas di perairan Danau Toba disebabkan beberapa alasan. Pertama, tidak ada predator alami spesies ini di Danau Toba yang mengendalikan populasi ikan red devil.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Danau TobaFPIK IPB Universityikan invansifikan red devilProgram Dosen Pulang Kampung

Editor

Next Post
Peta izin pemanfataan SDA skala besar di Indonesia Forest Watch Indonesia. Foto Dok. Forest Watch Indonesia.

Disesalkan, Delegasi Indonesia Tolak Badan Permanen dan Pendanaan Langsung untuk Masyarakat Adat dalam COP 16 CBD

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media