Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

IPB University Teliti Populasi Ikan Red Devil yang Resahkan Nelayan Danau Toba

Kamis, 24 Oktober 2024
A A
Distribusi ikan red devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba bulan April 2024. Foto Dok. FPIK IPB University.

Distribusi ikan red devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba bulan April 2024. Foto Dok. FPIK IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Populasi ikan red devil atau tayo-tayo di perairan Danau Toba ditengarai telah menyebar luas hampir di seluruh perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Ledakan populasi ikan invansif itu telah meresahkan masyarakat nelayan di pinggiran Danau Toba.

Tim dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2024 melakukan penelitian distribusi dan kelimpahan populasi ikan red devil itu pada bulan April 2024 hingga Oktober. Survei distribusi ikan red devil meliputi lima kabupaten, yaitu Kabupaten Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Simalungun.

Penelitian tim dosen yang beranggotakan Prof. Jonson Lumban-Gaol, Charles PH Simanjuntak, Prof. Vincentius V. Siregar, dan Dinar Tri Soelistyowati itu merupakan upaya awal untuk mengendalikan populasinya.

Baca Juga: Simocakap, Cegah Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

Ikan yang ditemukan selama survei terdiri atas tujuh spesies dari lima famili. Ikan yang paling melimpah dan dominan ditemukan di seluruh lokasi sampling adalah ikan red devil (Amphilophus citrinellus) dari berbagai ukuran.

“Temuan kami mengindikasikan ikan red devil telah mampu mengembangkan populasinya secara masif di perairan Danau Toba. Padahal itu bukan ikan asli (alien species) Danau Toba, karena berasal dari Nicaragua,” jelas Charles yang merupakan Ichthyologist dari FPIK IPB dalam siaran tertulis yang diterima Wanaloka.com, Kamis, 24 Oktober 2024.

Selama penelitian, tim Dosen FPIK ini juga menemukan spesies ikan asli Danau Toba, seperti ikan batak (Neolissochilus soro) dan ikan Indosiar (Glossogobius giuris). Bahkan satu spesies ikan yang pernah menjadi primadona pada kurun waktu 2003-2013, yakni ikan Mystacoleucus padangensis atau disebut juga ikan pora-pora, berhasil ditemukan di beberapa anak sungai (inlet Danau Toba).

Baca Juga: Pengamat UGM Ingatkan Prabowo, Swasembada Energi Butuh Komitmen Bukan Omon-omon

“Padahal ikan ini dianggap telah punah di Danau Toba semenjak tahun 2016,” ungkap Charles.

Populasi ikan red devil yang melimpah dan menyebar luas di perairan Danau Toba disebabkan beberapa alasan. Pertama, tidak ada predator alami spesies ini di Danau Toba yang mengendalikan populasi ikan red devil.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Danau TobaFPIK IPB Universityikan invansifikan red devilProgram Dosen Pulang Kampung

Editor

Next Post
Peta izin pemanfataan SDA skala besar di Indonesia Forest Watch Indonesia. Foto Dok. Forest Watch Indonesia.

Disesalkan, Delegasi Indonesia Tolak Badan Permanen dan Pendanaan Langsung untuk Masyarakat Adat dalam COP 16 CBD

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media