Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satwa Langka Kucing Merah Kalimantan dan Otter Civet Muncul Kembali

Kemunculan kembali spesies-spesies langka ini tak lepas dari kemajuan teknologi seperti camera trap dan drone.

Selasa, 24 Juni 2025
A A
Otter atau berang-berang. Foto KnipsKaline/pixabay.

Otter atau berang-berang. Foto KnipsKaline/pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti IPB University kembali mencatat kemunculan dua satwa langka yang sebelumnya sempat menghilang selama bertahun-tahun. Selain kemunculan kembali kucing merah Kalimantan (Catopuma badia), tim peneliti juga berhasil merekam otter civet atau musang air yang terakhir terlihat melalui bukti foto pada 2009 di hutan rawa gambut Sebangau dan 2023 di Bentang Alam Rungan–Kahayan.

Otter civet merupakan spesies mamalia karnivora yang tergolong langka. International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan hewan ini sebagai spesies yang terancam punah.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) IPB University, Dede Aulia Rahman mengungkapkan bahwa kemunculan kembali spesies-spesies langka ini tak lepas dari kemajuan teknologi seperti camera trap dan drone. Teknologi tersebut mempermudah proses deteksi dan pemantauan satwa yang sebelumnya sulit dilakukan melalui pengamatan lapangan secara langsung mengandalkan deteksi mata manusia.

Baca juga: Nasib Pulau-Pulau Kecil di Indonesia: Diperebutkan, Dieksploitasi, Ditelantarkan, Diperjualbelikan

Lebih lanjut Dede menyoroti kemunculan kembali beberapa spesies langka ini dimungkinkan karena beberapa faktor lain seperti kombinasi spesies langka yang memiliki perilaku sulit dipahami, distribusi yang tidak merata, kepadatan populasi yang rendah, termasuk juga kurangnya kegiatan inventaris atau monitoring biodiversitas secara rutin.

“Dahulu, sebelum ada teknologi seperti sekarang, kegiatan monitoring sangat terbatas. Bisa jadi, spesies seperti kucing merah Kalimantan dan otter civet ada tapi tidak terpantau, mengingat satwa-satwa ini memiliki morfologi yang tersamarkan di habitatnya dan cenderung pemalu dan sensitif terhadap keberadaan manusia,” tutur dia.

Kucing merah Kalimantan sendiri merupakan spesies kucing liar endemik yang tergolong langka secara internasional. Jejaknya terakhir kali terdokumentasi secara meyakinkan pada tahun 2022 di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Jual Beli Pulau, Anggota DPR Desak Empat Kementerian Lakukan Lima Tindakan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IPB Universitykucing merah Kalimantanotter civetsatwa langka

Editor

Next Post
Proses evakuasi wisatawan asal Brazil, Juliana Marins dengan tali lifting, 24 Juni 2025. Foto Basarnas.

Jenazah Wisatawan Brazil Telah Dievakuasi dari Danau Segara Anak Gunung Rinjani

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media