Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jalur Ikan Mencegah Gangguan Rute Migrasi Ikan di PLTA Poso

PLTA menghalangi rute migrasi ikan yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat Poso yang bergantung pada perikanan.

Senin, 23 September 2024
A A
PLTA Poso. Foto pln.co.id.

PLTA Poso. Foto pln.co.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), baik melalui bendungan skala besar maupun kecil, memainkan peran utama dalam transisi energi Indonesia menuju sumber energi rendah karbon. Bendungan juga bermanfaat menjadi suplai penyimpanan air untuk irigasi pertanian dan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, keberadaan PLTA juga menimbulkan isu-isu tradisional seperti permasalahan sosial, politik, dan ekologi lingkungan.

Seperti kasus yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Di sana terdapat tiga unit PLTA yang menggunakan air dari Sungai Poso sebagai sumber daya. Pembangunan PLTA membutuhkan area yang luas sehingga menutup aliran sungai. Prosesnya pun akan berdampak pada gangguan sosial kehidupan masyarakat lokal, ekosistem lingkungan sungai, dan juga masalah ekologi.

“Sebab PLTA menghalangi rute migrasi ikan yang akhirnya berdampak terhadap masyarakat yang secara ekonomi bergantung pada perikanan untuk mata pencaharian atau ketahanan pangan,” kata Plt. Kepala Pusat Riset Hukum (PRH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Emilia Yustiningrum, dalam kegiatan Guest Lecture Series PRH BRIN bertemakan “Governing sustainable hydropower transformation in Indonesia: Negotiating contested perspectives across the water-energy-food nexus” di BRIN Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, Jumat, 20 September 2024.

Baca Juga: Akses Pupuk Kimia Sulit, Petani Maratua Membuat Pupuk Organik

Ia mengeksplorasi tata kelola air melalui perspektif sistem dengan lokasi Poso. Sekaligus menjadi studi kasus untuk memahami peluang, konflik, dan upaya mediasi terkait pengembangan PLTA dan dampaknya terhadap perikanan belut yang unik secara ekologi.

Amy Falon dari Universitas Charles Sturt Australia dalam penelitiannya menyebutkan, dalam migrasi spesies perairan, belut di Danau Poso yang menjadi sumber mata pencaharian warga lokal telah dilaporkan berkurang keberadaannya sejak tahun 2019. Ini akibat bendungan PLTA menghalangi migrasi spesies tersebut antara danau dan sungai.

“Kekhawatiran terhadap jalur ikan mendorong Poso Energi untuk memasang jalur ikan di PLTA Poso 1 dan 2, yang saat ini efektif dalam investigasi oleh BRIN dan Universitas Charles Sturt Australia. Juga, melakukan program pembenihan ikan serta program CSR atau kompensasi,” kata dia.

Baca Juga: Djati Mardiatno, Masyarakat Bisa Lakukan Mitigasi Kekeringan Mandiri

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINikan air tawarjalur ikanPLTA Poso

Editor

Next Post
Aksi Hari Tani Nasional 2024 di Jakarta, Selasa, 24 September 2024. Foto Dok. Geram Tanah.

Aksi Hari Tani 2024 Beberkan 18 Kejahatan Agraria Pemerintahan Jokowi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media