Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jepang Buang Limbah Radiokatif ke Laut, DPR Waspadai Impor Seafood

Keputusan membuang limbah radioaktif atau pun B3 lainnya ke perairan adalah langkah ceroboh. Sekalipun kandungan polutannya di bawah ambang batas normal.

Selasa, 17 Oktober 2023
A A
Ilustrasi pembuangan limbah radioaktif ke laut. Foto ATDSPHOTO/pixabay.com.

Ilustrasi pembuangan limbah radioaktif ke laut. Foto ATDSPHOTO/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bulan Agustus-November 2023, Jepang memutuskan membuang 15.600 ton air yang tercemar limbah radioaktif dari inti reaktor PLTN Fukushima ke laut Pasifik. Hingga Maret 2023, total air tercemar yang dibuang hampir 34 ribu ton.

Puluhan ribu orang di berbagai negara berunjuk rasa menolak pembuangan itu. Namun Jepang mengabaikan keberatan berbagai bangsa tersebut. Peneliti nuklir dari Greenpeace Asia Timur, Shaun Burnie menyebut, sekutu Jepang mengutamakan politik ketimbang melindungi lingkungan. AS dan anggota G7 mendukung keputusan Jepang.

”Jepang gagal melindungi bangsanya, khususnya nelayan dan orang orang yang hidup dari laut. Jepang juga mengecewakan bangsa-bangsa di Pasifik,” kata Burnie.

Baca Juga: Pengetahuan Etnobotani Suku Rejang untuk Ketahanan Pangan Terancam Punah

Greenpeace Jepang menyebut, pembuangan itu mengabaikan berbagai bukti ilmiah yang menyebut limbah itu membahayakan lingkungan.

”Pemerintah Jepang dan TEPCO menyesatkan dan keliru menyatakan tidak ada alternatif atas keputusan mereka,” kata Manajer Greenpeace Jepang, Hisayo Takada.

Greenpeace menyebut, belum semua risiko radioaktif dari pembuangan itu dievaluasi. Dalam kajian Greenpeace dan sejumlah panel ahli, air itu tidak hanya mengandung tritium. Air limbah PLTN Fukushima juga mengandung antara lain karbon-14, cesium 137, kobalt-60, strontium-90, dan yodium-129. Total ada 621 jenis senyawa radioaktif dalam limbah bekas air pendingin PLTN Fukushima.

Baca Juga: PBB Proyeksikan Krisis Air Dunia Tahun 2025, Krisis Pangan Tahun 2045

Karbon-14 butuh setidaknya 5.000 tahun untuk hilang. Senyawa itu bisa memicu mutasi genetika. Adapun strontium-90 dapat memicu kanker tulang dan darah. Berdasarkan data TEPCO, kandungan strontium-90 pada limbah PLTN Fukushima 100 kali lebih tinggi dari ambang batas.

Greenpeace mengingatkan, limbah PLTN Fukushima berbeda dari PLTN lain. Limbah Fukushima mengandung lebih banyak jenis dan jumlah radioaktif. Sebab, limbah itu bersentuhan dengan inti reaktor PLTN. Di PLTN lain, limbah sisa air pendingin sama sekali tidak bersentuhan dengan inti reaktor.

”Tidak layak membandingkan limbah PLTN Fukushima dengan PLTN lain,” demikian pernyataan Greenpeace Jepang.

Baca Juga: Kementerian ESDM Rancang Portal Data Industri Ekstraktif untuk Transparansi

Indonesia Impor Seafood dari Jepang
Sementara salah satu sumber devisa Jepang adalah ekspor makanan laut (seafood) ke Indonesia. Nilai pendapatannya mencapai 10,3 juta dollar AS pada 2022. Persoalannya, Jepang telah membuang limbah radioaktif PLTN Fukushima puluhan ribu ton ke laut. Dalam laporan operator PLTN Fukushima, Tepco, ditemukan ada ikan yang mengandung radioaktif jauh di atas batas aman.

Kondisi tersebut mengundang tanggapan sejumlah anggota DPR. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk bertindak tegas dengan keputusan Jepang tersebut.

Anggota Komisi VI Elly Rachmat Yasin mendesak Indonesia mengurangi impor seafood dari Jepang. Ia meminta Indonesia memeriksa ketat produk seafood dari Jepang. Elly meminta pemerintah untuk dapat memperketat pemeriksaan semua produk makanan asal Jepang.

Baca Juga: Walhi: KTT AIS 2023 Tak Selesaikan Masalah Krisis Iklim dan Kehancuran Ekologis Pesisir dan Pulau Kecil

“Saya minta Menteri Perdagangan mengurangi impor seafood asal Jepang. Juga mendesak pemerintah memeriksa dengan cermat semua produk makanan asal Jepang, karena kecerobohan Jepang ini sungguh mengkhawatirkan,” tegas politisi Fraksi PPP itu dalam keterangan tertulis pada 16 Oktober 2023.

Menurut dia, Indonesia perlu menekan Jepang agar bertanggung jawab atas pemeriksaan keamanan pangan itu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ambang batas amanDuta Besar Jepanghukum internasionalKomisi VI DPRlimbah radioaktifmutasi genetikaPLTN Fukushima Jepangseafood

Editor

Next Post
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto membagikan masker kepada masyarakat di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Sabtu sore, 12 Februari 2022. Foto BNPB.

UGM Jadi Tuan Rumah Manajemen Kesehatan Bencana ASEAN

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media