Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengetahuan Etnobotani Suku Rejang untuk Ketahanan Pangan Terancam Punah

Sumber pangan pokok tak hanya beras. Masyarakat adat punya kearifan lokal untuk memanfaatkan tanaman pangan lain.

Senin, 16 Oktober 2023
A A
Ilustrasi tanaman kentang. Foto Couleur/pixabay.com.

Ilustrasi tanaman kentang. Foto Couleur/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peningkatan laju pertambahan penduduk yang tidak diikuti peningkatan produktivitas pangan menyebabkan ketergantungan pada makanan pokok beras. Apalagi pemenuhan beras masih dengan cara impor. Padahal terdapat beragam jenis bahan pangan alternatif sebagai pengganti beras. Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman pangan yang tinggi. Kekayaan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

Ilmu untuk mempelajari pemanfaatan aneka tumbuhan oleh masyarakat tradisional atau pedalaman disebut etnobotani. Lewat keilmuan itu pula, penerapan praktik pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berbasis pada lokus kelompok etnis. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka etnobotani dapat menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Di sisi lain, pengetahuan etnobotani juga sedang terancam mengalami pergeseran dan kepunahan. Salah satu kelompok etnis di Indonesia yang memiliki potensi etnobotani yang dapat digunakan sebagai role model dan masih dapat dipreservasi adalah Suku Rejang. Tim mahasiswa UGM meneliti mengenai retensi pengetahuan etnobotani pada suku Rejang dari sisi pergeseran, pewarisan, dan strategi konservasi berdasarkan pada kelompok usia.

Baca Juga: PBB Proyeksikan Krisis Air Dunia Tahun 2025, Krisis Pangan Tahun 2045

“Kami menggunakan pendekatan interdisipliner meliputi penghitungan indeks pengetahuan etnobotani untuk menghitung pergeseran pengetahuan antargenerasi, dan etnografi dan sejarah untuk melihat pola pewarisan pengetahuan,” kata anggota tim PKM UGM, Abdilla pada 5 Oktober 2023.

Selain Abdila, anggota tim riset yang lain adalah Ilham Nur Rahman (Teknologi Industri Pertanian 2021), Mia Fadilah (Biologi 2020), Ilham Andriyanto (Antropologi 2021), Hanieke Syahla Magular (Antropologi 2020), dan Abdila (Sejarah 2020) yang didampingi oleh Dosen Aprilia Firmonasari.

Responden yang menjadi target riset adalah masyarakat suku Rejang yang menetap di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu. Tim melakukan survei terhadap 40 orang Suku Rejang dengan metode observasi dan wawancara terhadap masyarakat Suku Rejang.

Baca Juga: Kementerian ESDM Rancang Portal Data Industri Ekstraktif untuk Transparansi

“Sebagai data pendukung, kami melakukan pembacaan terhadap arsip, literatur, termasuk literatur lokal tentang sistem pertanian setempat,” jelas Abdilla.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: etnobotanikeanekaragaman tanaman panganketahanan pangansuku RejangUGM

Editor

Next Post
Ilustrasi pembuangan limbah radioaktif ke laut. Foto ATDSPHOTO/pixabay.com.

Jepang Buang Limbah Radiokatif ke Laut, DPR Waspadai Impor Seafood

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media