Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lahan Konservasi Gajah dari Prabowo, Pakar Ingatkan Kepastian Status Lahan dan Kesesuaian Habitat

Rabu, 23 Juli 2025
A A
Ilustrasi gajah di kawasan DAS Peusangan, Aceh. Foto WWF Indonesia.

Ilustrasi gajah di kawasan DAS Peusangan, Aceh. Foto WWF Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan lahan konsesi hutan tanaman industri PT Tusam Hutani Lestari miliknya, seluas 90 ribu hektare lahan di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah untuk kawasan perlindungan gajah. Aksi hasil kolaborasi dengan World Wide Fund for Nature (WWF) ini dinilai merupakan langkah besar untuk menjaga keberlanjutan spesies gajah Sumatera yang kini terancam punah.

Meski demikian, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM Prof. Wisnu Nurcahyo mengingatkan, bahwa efektivitas konservasi tetap bergantung pada kepastian status lahan dan kesesuaian habitat.

“Kalau ingin dibuat seperti taman nasional akan lebih bagus. Tapi tantangan terbesarnya status lahan yang sering tumpang tindih dengan kebun sawit, tambang, dan permukiman masyarakat,” ujar Wisnu, Selasa, 22 Juli 2025.

Baca juga: Lebih Dua Dekade, Baleg dan Komisi XIII DPR Janji Sahkan RUU Masyarakat Adat

Ia menjelaskan, konservasi yang ideal harus dilakukan di habitat asli gajah yang masih menyediakan pakan dan air alami. Bukan di areal bekas perkebunan atau dekat pemukiman.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dan LSM dalam proses konservasi, selain dukungan dari organisasi seperti WWF.

“Pemerintah sudah punya strategi dan rencana aksi konservasi gajah, tinggal implementasinya. Itu butuh kolaborasi dan pendanaan dari pemerintah, CSR perusahaan, hingga lembaga donor internasional,” jelas dia.

Baca juga: Fondasi Gedung Pusat Komando Peringatan Dini Multi Bahaya Sedalam 30 Meter

Lebih lanjut, Wisnu menyoroti terbatasnya anggaran pemerintah untuk konservasi gajah. Ia menyebut banyak anak gajah mati karena virus EEHV dan gajah dewasa menjadi korban perburuan liar atau jerat.

“Anggaran untuk patroli dan perawatan medis sangat minim. Padahal ini krusial untuk menyelamatkan populasi yang tersisa,” imbuh dia.

Ia berharap konservasi gajah menjadi tanggung jawab bersama. Ia menyatakan UGM siap berperan melalui riset, edukasi, dan kolaborasi lapangan. Sebab, konservasi tidak cukup dari pemerintah saja, tapi butuh gerakan kolektif semua pihak.

Baca juga: Karhutla di Riau, 29 Orang Tersangka dan Luas Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare

“Dengan langkah berani, kolaborasi nyata, dan dukungan ilmu pengetahuan, konservasi gajah bukan hanya mungkin. Tapi perlu menjadi komitmen bersama demi masa depan yang lebih lestari,” kata dia.

Lahan konservasi gajah

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FKH UGMGajah SumateraKonservasi Gajah PeusanganMenteri Kehutanan Raja Juli AntoniWWF Indonesia

Editor

Next Post
Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Riau, 23 Juli 2025. Foto Dok. BMKG.

Juli Puncak Kemarau di Riau, Potensi Karhutla Meningkat hingga Awal Agustus

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media