Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lahan Konservasi Gajah dari Prabowo, Pakar Ingatkan Kepastian Status Lahan dan Kesesuaian Habitat

Rabu, 23 Juli 2025
A A
Ilustrasi gajah di kawasan DAS Peusangan, Aceh. Foto WWF Indonesia.

Ilustrasi gajah di kawasan DAS Peusangan, Aceh. Foto WWF Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengisahkan, bahwa inisiatif Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative/PECI) di Aceh diawali dari pertemuan Prabowo Subianto dengan Raja Inggris, Charles III pada Desember 2024.

Semula, inisiatif konservasi gajah memerlukan lahan sekitar 10 ribu Ha di lahan konsesi PT Tusam Hutani Lestari. Tujuannya untuk mewujudkan koridor satwa liar yang dilindungi untuk Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang terancam punah. PT Tusam Hutan Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemanfaatan hasil kayu, hasil non kayu, pengembangan industri, dan ekowisata.

Baca juga: Karhutla Juga Terpantau di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Kalimantan Selatan

“Saat itu, Pak Presiden menolak. Beliau tidak mau jika hanya 10 ribu, tapi menambah hingga 20 ribu Ha. Perkembangannya, Pak Presiden memanggil secara khusus Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey untuk mengabarkan penambahan luas area untuk konservasi gajah hingga 80 ribu Ha apabila diperlukan,” cerita Raja Juli saat meninjau kemajuan Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan bersama Dominic Jermey di Takengon Kabupaten Aceh Tengah, 18 Juni 2025.

PECI merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang melibatkan pemerintah Indonesia, WWF-Indonesia, PT. Tusam Hutani Lestari dan berbagai mitra lokal dan internasional, termasuk pemerintah Inggris. Mereka memastikan kelangsungan hidup gajah Sumatra dalam jangka panjang melalui mobilisasi pendanaan guna melindungi habitat dan memitigasi konflik manusia-satwa liar.

Dominic juga menyampaikan, ia terinspirasi semangat yang sama antara Raja Charles III dan Prabowo Subianto untuk melestarikan hutan dan melindungi satwa liar. Memobilisasi pendanaan untuk mendukung ekosistem dan spesies unik Indonesia sangat penting bagi keanekaragaman hayati. Sekaligus untuk mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh bagi masyarakat lokal dan generasi mendatang.

Baca juga: Bambang Hero, Ada Dua Rekomendasi Hadapi Peningkatan Karhutla Ekstrem

Dominic menyampaikan lebih lanjut, bahwa inisiatif ini perlu skema pendanaan inovatif. Kedua belah pihak perlu mendorong keikutsertaan sektor swasta yang memiliki kepentingan langsung terhadap kelestarian ekosistem, agar dapat mendukung upaya pelestarian ekosistem.

“Mari terus kerjasama untuk menjaga hutan Aceh tetap menjadi rumah bagi sang satwa raksasa. Inggris bangga dapat mendukung proyek penting ini,” ucap Dominic.

Baca juga: Hasil Tinjauan BNPB, Kebakaran Lahan dan Hutan Terjadi di Seluruh Wilayah Riau

Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Baroness Chapman telah berkomitmen dengan Raja Juli untuk memperpanjang MoU Inggris-Indonesia yang ditandatangani pada 2021 tentang FOLU Net Sink. MoU baru yang akan diperpanjang ini juga mencakup Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kami terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Kolaborasi ini diklaim dapat menjadi model bagi konservasi yang efektif di Indonesia, yakni menyeimbangkan perlindungan spesies dengan penghidupan dan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. [WLC02]

Sumber: UGM, Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FKH UGMGajah SumateraKonservasi Gajah PeusanganMenteri Kehutanan Raja Juli AntoniWWF Indonesia

Editor

Next Post
Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Riau, 23 Juli 2025. Foto Dok. BMKG.

Juli Puncak Kemarau di Riau, Potensi Karhutla Meningkat hingga Awal Agustus

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media