“Negara tidak boleh lengah. Kami hadir untuk memastikan bahwa keselamatan lingkungan dan manusia menjadi prioritas. Tidak boleh lagi ada bencana akibat abainya tata kelola industri terhadap lingkungan,” ujar Hanif.
Usai meninjau kawasan industri, Hanif turut mengunjungi desa-desa terdampak banjir di Desa Labota Kecamatan Bahodopi yang lokasinya berdekatan dengan wilayah operasi PT Walcin dan PT Kinriu. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menegaskan akan memberikan teguran keras terhadap perusahaan yang terbukti lalai dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan lingkungan secara benar.
“Jika industri tidak disiplin, maka rakyat yang menanggung akibatnya. Saya minta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan ini untuk segera berbenah. Kami tidak akan ragu memberikan sanksi bagi yang melanggar,” tegas dia.
Baca juga: Kartu Kuning Sejak 2023, Keanggotaan Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geopark Terancam Dicabut
Pemerintah mengajak seluruh pelaku industri untuk lebih proaktif dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang patuh dan keberlanjutan, tidak sekadar mengejar keuntungan. Kepada masyarakat, Hanif menghimbau untuk tidak segan melaporkan indikasi pencemaran atau aktivitas berisiko di sekitar lingkungan mereka kepada masyarakat, agar proses mitigasi bencana dapat dilaksanakan secara terkendali.
“Kepatuhan terhadap lingkungan bukan hanya kewajiban hukum, tapi tanggung jawab moral kita bersama. Mari jaga bumi Morowali ini agar tetap layak dihuni dan lestari untuk generasi mendatang,” pungkas Hanif. [WLC02]
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup
Discussion about this post