Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada Gula Merah, Ada Gula Semut

Rasanya sama-sama manis. Tapi yang satu padat, satunya serbuk. Manfaatnya pun berbeda. Apa sajakah?

Senin, 7 November 2022
A A
Mahasiswa KKN UNY dan masyarakat Desa Gedong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo tengah menunjukkan produk gula semutnya. Foto uny.ac.id

Mahasiswa KKN UNY dan masyarakat Desa Gedong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo tengah menunjukkan produk gula semutnya. Foto uny.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Gempa Kepulauan Talaud Dirasakan Bak Truk Melintas

Setelah air nira mengental dan kapasitas air berkurang, kemudian wajan diturunkan dari tungku, lalu diaduk. Proses pengadukan terus dilakukan sampai gula kental berubah menjadi gumpalan kering. Kemudian digilas menggunakan batok kelapa hingga gula menjadi halus seperti bubuk kristal.

Bubuk kristal diayak menggunakan ayakan yang memiliki lubang agak rapat untuk menghasilkan bubuk gula halus. Langkah terakhir yaitu pengemasan, dimana bubuk gula semut dimasukkan ke dalam kemasan pouch 250 gram yang dibuat dengan desain sendiri. Kemudian di-pres menggunakan alat sealer press.

Baca Juga: Tujuh Provinsi Siaga Cuaca Hari Ini yang Bisa Berdampak Bencana

Apa Manfaat Gula Semut?
Dennise Indrya dari Prodi Pendidikan IPA mengatakan gula semut mengandung berbagai kandungan, seperti Thiamin (Vitamin B1), Riboflavin (Vitamin B2), Nicotinic Acid (Vitamin B3), Pyridoksin (Vitamin B6), Ascorbic Acid, Kalsium dan Niacin.

Thiamin untuk memperkuat sistem syaraf dan otot. Riboflavin memperbaiki sistim kerja jaringan dan saluran pencernaan tubuh serta menghasilkan antibodi.

Baca Juga: Longsor di Tasikmalaya Jalan Amblas 50 Meter hingga Merusak Rumah Warga

Berdasarkan kandungannya, gula semut yang dikonsumsi dapat mencegah rematik, flu, asma, mencegah kanker, menciptakan sistem imunitas, memperkokoh tulang dan sendi, melancarkan peredaran darah, dan membantu kesehatan kulit, sistem syaraf, serta sistem pencernaan.

Menurut mantan Lurah Gedong, Sudaryanto, gula semut sebagai pemanis dalam teh lebih enak dan manis dibandingkan dengan gula merah maupun gula pasir.

“Karena bubuknya mudah larut. Kalau merah masih menyisakan gumpalan,” kata Sudaryanto. [WLC02]

Sumber: Universitas Negeri Yogyakarta

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Desa Gedonggula jawagula kristalgula merahgula pasirgula semutinovasi produk gulaKabupaten PurworejoKecamatan Kemirimahasiswa KKN UNYUNY

Editor

Next Post
Ilustrasi koneksi handphone dengan jaringan 5G. Foto ashirova0/piabay.com

Serba Serbi KTT G20, Ikut Merasakan Berkah Akses Jaringan 5G

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
  • Pemeriksaan bangkai gajah yang ditemukan di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto Kementerian Kehutanan.Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau
    In News
    Senin, 9 Februari 2026
  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media