Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Bebeng, Sungai Krasak sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Perubahan Iklim Kian Mengkhawatirkan, Perlu Payung Hukum dan Kontribusi Aksi
Aktivitas vulkanik Merapi masih berlangsung dan masih mengeluarkan lontaran abu vulkanik. Namun masyarakat diminta tetap tenang dan waspada karena aktivitas vulkanik seperti itu masih terhitung normal. Lantaran itu pula, Badan Geologi tidak menaikkan status gunung tersebut dari Siaga ke Waspada.
Sugeng meminta masyarakat dan pemerintah mengantisipasi gangguan abu vulkanik tersebut yang meski tidak menimbulkan bahaya secara langsung namun cukup berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Penduduk yang terkena hujan abu tidak serta merta harus mengungsi.
Baca Juga: Peringatan Hari Meteorologi, BMKG Resmikan Tower Gas Rumah Kaca
Untuk meminimalisir kerugian dan menghindari korban akibat erupsi adalah dengan cara meningkatkan keakuratan dan kecepatan asesmen bahaya serta memastikan masyarakat dapat merespon peringatan dini dengan cepat dan tepat.
Badan Geologi akan menyampaikan peringatan dini langsung kepada warga melalui Broadcast SMS dan WA kepada kepala dusun, melalui radio VHF, telepon, dan semua moda komunikasi yang memungkinkan.
“Sirine menjadi tanda peringatan dini yang lugas untuk evakuasi,” kata Sugeng. [WLC02]
Sumber: Kementerian ESDM
Discussion about this post