Rabu, 28 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bambang Suhartanto: Beternak Sapi di Bawah Tegakan Perkebunan Sawit

Lahan bagi peternak sapi untuk menggembalakan hewan ternaknya kian sempit. Tergerus lahan sawit yang terus bertambah. Menggembalakan sapi di bawah tegakan perkebunan sawit menjadi salah satu solusinya.

Senin, 25 September 2023
A A
Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Bambang Suhartanto. Foto ugm.ac.id.

Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Bambang Suhartanto. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Luas perkebunan sawit di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Lalu meningkat menjadi 14,66 juta ha pada tahun 2021 dan meningkat lagi menjadi 14,99 juta hektare pada 2022 dengan produksi total 45,58 juta ton atau rata-rata 3,04 ton per hektare.

Luasan lahan vegetasi di bawah tegakan perkebunan kelapa sawit, menurut Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Prof. Bambang Suhartanto berpotensi menyediakan pakan ternak ruminansia dengan cara digembalakan dengan ketersediaan rumput, forb dan legum, pakis serta tanaman lain.

“Integrasi sapi dalam perkebunan sawit merupakan bentuk pertanian terpadu dimana ternak sapi memanfaatkan hijauan antar pohon dan hasil samping industri perkebunan kelapa sawit,” kata Bambang dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Nutrisi dan Makanan Ternak yang berjudul “Sistem Integrasi Tanaman Pakan dan Kelapa Sawit untuk Mendukung Produksi Ternak Ruminansia di Indonesia” di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM pada 19 September 2023.

Baca Juga: Jelajah 10 Hari di Kalteng Temukan Potensi 16 Spesies Baru

Bambang menyebutkan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit merupakan bentuk sistem pertanian terpadu yang ideal apabila disediakan lahan untuk tanaman pakan ternak ketika umur tanaman sawit sudah melebihi lima tahun. Melalui penggembalaan ternak sapi dengan metode rotasional grazing di bawah tegakan tanaman perkebunan sawit bisa menekan biaya pakan dan pemeliharaan.

“Sekitar 4 juta sapi dapat dipelihara dengan biaya murah,” imbuh Bambang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: beternak sapiFakultas Peternakan UGMpengendalian gulmaperkebunan sawitProf. Bambang Suhartantotegakan pohon sawit

Editor

Next Post
Peta Pulau Rempang. Foto ugm.ac.id.

Diskusi UGM, Ini Alasan Pemerintah Ngotot Bangun PSN Rempang

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media