Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon

Dengan mengetahui jenis sampah yang paling banyak dihasilkan, para pengguna dapat mengidentifikasi praktik overconsumption dan mempertimbangkan untuk mengurangi konsumsi yang tidak perlu.

Sabtu, 14 Maret 2026
A A
Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.

Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 336 kabupaten/kota atau 65,4 persen dari total wilayah administrasi dikategorikan dalam status darurat sampah per Januari 2026. Selain keterbatasan lahan tempat pengolahan akhir (TPA), peningkatan volume sampah yang pesat dan minimnya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi penyebab utama masalah ini.

Situasi dan kondisi ini memosisikan pemerintah daerah pada krisis serius dalam pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi digital, berbagai inovasi mulai dimanfaatkan untuk membantu mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya, pemanfaatan teknologi akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI).

Dosen Departemen Manajemen FEB UGM, Luluk Lusiantoro bersama tim peneliti FEB UGM mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan AI untuk pengelolaan sampah. Aplikasi yang diberi nama “Westa” ini dirancang menjadi solusi pengelolaan sampah.

Pengembangan aplikasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pengelolaan sampah di Indonesia yang dinilai belum tertata dengan baik. Proses identifikasi jenis sampah pun masih banyak dilakukan secara manual oleh petugas pengumpul sampah atau pengepul.

Baca juga: Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa

“Padahal proses tersebut tidak mudah dan tidak banyak orang yang bersedia melakukannya,” ujar Luluk di Kampus UGM, Jumat, 13 Maret 2026.

Melalui aplikasi Westa, proses mengidentifikasi sampah dapat dilakukan secara lebih cepat dan praktis. Pengguna cukup memotret sampah menggunakan kamera smartphone, kemudian sistem AI secara otomatis akan mengenali jenis sampah tersebut melalui teknologi computer vision.

Aplikasi Westa juga dapat mengestimasi berat sampah yang dihasilkan. Data berat sampah tersebut memiliki peran penting untuk menghitung estimasi emisi karbon yang dihasilkan limbah tersebut.

Dalam mengembangkan aplikasi Westa, tim peneliti menggunakan emission factor dari Environmental Protection Agency sebagai acuan perhitungan emisi karbon. Aplikasi ini juga dirancang untuk dapat mengidentifikasi merek produk yang menghasilkan sampah tersebut.

Dengan mengidentifikasi merek produk, data sampah yang terkumpul dapat membantu menelusuri produsen yang produknya berkontribusi terhadap limbah. Kemampuan ini berkaitan dengan konsep Extended Producer Responsibility (EPR) dalam ekonomi sirkular.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Akal ImitasiAplikasi WestaArtificial IntellegenceEmisi karbonFEB UGMpengelolaan sampah

Editor

Next Post
Salah satu akses penghubung desa yang terputus usai banjir di Bengkulu. Foto tangkapan layar video warga/Dok. Walhi.

Walhi: Banjir Bengkulu Tak Sekadar Akibat Cuaca Ekstrem 

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media