Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bencana Makin Kompleks, BMKG Gagas Pusat Koordinasi Multi Bahaya ASEAN

Jumat, 12 Mei 2023
A A
Ilustrasi gempa bumi. Foto Angelo_Giordano/pixabay.com.

Ilustrasi gempa bumi. Foto Angelo_Giordano/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena multi-hazard yang makin kompleks dan berpotensi terjadi di kawasan ASEAN direspons Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan menggagas pembentukan Pusat Koordinasi Multi Bahaya di Kawasan Asia Tenggara. Gagasan tersebut dikemukakan dalam pertemuan “AEIC Strategic Meeting Forum” secara daring di sela agenda KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kamis, 11 Mei 2023.

“Tidak hanya Indonesia, semua negara di kawasan Asia Tenggara juga menghadapi situasi yang sama. Banyak bencana terjadi dalam waktu bersamaan. Frekuensi semakin sering dengan intensitas meningkat dan durasinya makin lama,” papar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Pertemuan tersebut dihadiri Perwakilan Malaysia, Timor Leste, Myanmar, dan Philipina, serta Kementrian Luar Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), IOTIC (Indian Ocean Tsunami Information Center)-UNESCO, pakar kebencanaan dari Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga: Peresmian PLTS di UGM, Baru 1 Persen Kontribusi Energi Baru Terbarukan

BMKG selaku institusi yang mengoperasikan ASEAN Earthquake Information Center (AEIC) memandang perlu memformulasikan rencana strategis di kawasan untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana tersebut. Kesamaan kompleksitas latar belakang tataan tektonik dan lokasi geografik di kawasan ASEAN, menurut Dwikorita sangat mungkin menjadikan seluruh wilayah negara ASEAN berpotensi multi-hazard. Di mana kejadian bencana geologi bersamaan dengan kejadian bencana hidrometeorologi atau dikenal sebagai bencana Geo-Hidrometeorologi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejadian gempabumi dan tsunami yang komplek dan menimbulkan banyak korban jiwa, justru terjadi saat sistem peringatan dini, bahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) belum disiapkan.

“Akibatnya, kami tidak dapat meminimalisir dampak dari bencana tersebut. Jadi isu ini harus mendapat perhatian semua Kepala Negara ASEAN,” tutur Dwikorita.

Baca Juga: Rentetan Gempa di Selat Sunda Banten 29 Kali Terjadi

Ia menegaskan, pembentukan entitas koordinasi terkait multi-hazard, serta konsep dan strateginya di kawasan ASEAN mendesak untuk dilakukan. Sebab tidak ada yang dapat mengetahui, kapan bencana tersebut terjadi. Entitas ini merupakan bentuk mitigasi bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki banyak kesamaan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 100 Percent Tsunami Ready CommunityASEAN Earthquake Information CenterBMKGKTT ASEAN 2023Pusat Koordinasi Multi Bahaya Kawasan ASEAN

Editor

Next Post
Ilustrasi pantai yang tercemar tumpahan minyak di laut. Foto junebug12851/pixabay.com.

Australia akan Buang Limbah Berbahaya, Awas Ancaman Tumpah di Laut Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media