Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bencana Makin Kompleks, BMKG Gagas Pusat Koordinasi Multi Bahaya ASEAN

Jumat, 12 Mei 2023
A A
Ilustrasi gempa bumi. Foto Angelo_Giordano/pixabay.com.

Ilustrasi gempa bumi. Foto Angelo_Giordano/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena multi-hazard yang makin kompleks dan berpotensi terjadi di kawasan ASEAN direspons Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan menggagas pembentukan Pusat Koordinasi Multi Bahaya di Kawasan Asia Tenggara. Gagasan tersebut dikemukakan dalam pertemuan “AEIC Strategic Meeting Forum” secara daring di sela agenda KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Kamis, 11 Mei 2023.

“Tidak hanya Indonesia, semua negara di kawasan Asia Tenggara juga menghadapi situasi yang sama. Banyak bencana terjadi dalam waktu bersamaan. Frekuensi semakin sering dengan intensitas meningkat dan durasinya makin lama,” papar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Pertemuan tersebut dihadiri Perwakilan Malaysia, Timor Leste, Myanmar, dan Philipina, serta Kementrian Luar Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), IOTIC (Indian Ocean Tsunami Information Center)-UNESCO, pakar kebencanaan dari Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga: Peresmian PLTS di UGM, Baru 1 Persen Kontribusi Energi Baru Terbarukan

BMKG selaku institusi yang mengoperasikan ASEAN Earthquake Information Center (AEIC) memandang perlu memformulasikan rencana strategis di kawasan untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana tersebut. Kesamaan kompleksitas latar belakang tataan tektonik dan lokasi geografik di kawasan ASEAN, menurut Dwikorita sangat mungkin menjadikan seluruh wilayah negara ASEAN berpotensi multi-hazard. Di mana kejadian bencana geologi bersamaan dengan kejadian bencana hidrometeorologi atau dikenal sebagai bencana Geo-Hidrometeorologi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejadian gempabumi dan tsunami yang komplek dan menimbulkan banyak korban jiwa, justru terjadi saat sistem peringatan dini, bahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) belum disiapkan.

“Akibatnya, kami tidak dapat meminimalisir dampak dari bencana tersebut. Jadi isu ini harus mendapat perhatian semua Kepala Negara ASEAN,” tutur Dwikorita.

Baca Juga: Rentetan Gempa di Selat Sunda Banten 29 Kali Terjadi

Ia menegaskan, pembentukan entitas koordinasi terkait multi-hazard, serta konsep dan strateginya di kawasan ASEAN mendesak untuk dilakukan. Sebab tidak ada yang dapat mengetahui, kapan bencana tersebut terjadi. Entitas ini merupakan bentuk mitigasi bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki banyak kesamaan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 100 Percent Tsunami Ready CommunityASEAN Earthquake Information CenterBMKGKTT ASEAN 2023Pusat Koordinasi Multi Bahaya Kawasan ASEAN

Editor

Next Post
Ilustrasi pantai yang tercemar tumpahan minyak di laut. Foto junebug12851/pixabay.com.

Australia akan Buang Limbah Berbahaya, Awas Ancaman Tumpah di Laut Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media