Selasa, 15 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berkunjung ke 10 Lokasi Penanda Jejak Peristiwa Bandung Lautan Api

Kamis, 24 Maret 2022
A A
Monumen Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 1 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 2 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 3 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 4 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 5 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 6 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 7 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 8 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 9 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Stilasi 10 peristiwa Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ibu kota Jawa Barat, Bandung pernah dibumihanguskan. Hari ini, 24 Maret 2022 bertepatan peringatan 76 tahun peristiwa yang dikenal dengan Bandung Lautan Api. Peristiwa pembumihangusan Kota Bandung yang justru dilakukan oleh rakyat dan pemuda Bandung sendiri. Bagaimana ceritanya?

Bermula dari kabar Soeara Merdeka Bandung (Juli 1946) yang mengutip surat kabar De Waarheid yang menginformasikan pada awal 1946 di Downingstreer 10, London, ada kesepakatan antara dua sekutu, yakni Inggris dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) Belanda. Bahwa Inggris menjanjikan akan menarik pasukannya dari Jawa Barat. Selanjutnya Belanda akan menggunakannya sebagai basis militer untuk menghadapi Indonesia.

Perlawanan sengit pun dilakukan rakyat dan pejuang di Bandung terhadap tentara Inggris dan NICA. Tentara Sekutu dan NICA yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke barat) memberi ultimatum kepada Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 23 Maret 2046. TRI diminta mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api yang dikuasai TRI) paling lambat tengah malam tanggal 24 Maret 1946.

Baca Juga: Mengenal Senthong, Gandhok, Pringgitan Omah UGM di Kotagede

Tuntutan itu disetujui Pemerintah Indonesia di Jakarta. Sementara Markas Besar TRI di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. Akhirnya, TRI dan masyarakat Bandung memutuskan untuk mundur ke selatan pada 24 Maret 1946 siang. Sembari mundur, sembari rakyat dan pemuda Bandung membakar bangunan-bangunan di Kota Bandung agar tidak dapat digunakan pihak musuh.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 24 Maret 1946Bandung Lautan ApiBandung SelatanBandung UtaraJalan Asia - AfrikaJalan BragaLapangan Tegallega

Editor

Next Post
Curah hujan tinggi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyebabkan meluapnya Sungai Mahakam dan berdampak banjir di lima kecamatan. Foto BPBD Kota Samarinda.

Samarinda dan Toli-Toli Diterjang Bencana Hidrometeorologi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media