Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem

Selasa, 3 Maret 2026
A A
Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.

Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga pukul 07.00 WIB, ada tiga bibit siklon tropis terpantau aktif, yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

Fenomena ini memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan. BMKG memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks),” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani Faisal, Selasa, 3 Maret 2026.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan berdasarkan hasil analisis terkini, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan. Sementara bibit 93S dan 92P memiliki peluang rendah namun keseluruhannya tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

Baca juga: Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4

Kemunculan ketiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akibat siklon tropis ini terjadi di Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Serta potensi angin kencang di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bibit Siklon TropisBMKGCuaca Ekstrem

Editor

Next Post
Ilustrasi musim kemarau. Foto ThorstenF/pixabay.com.

Tahun 2026: Kemarau Datang Lebih Cepat, El Nino Pertengahan Tahun, Agustus Puncak Kemarau

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media