Sabtu, 31 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Chusni Ansori, Teliti Pengaruh Geologi pada Situs Budaya Geopark Karangsambung – Karangbolong

Ternyata ada pengaruh geologi terhadap situs-situs budaya yang tangible era megalitikum hingga kolonial di kawasan geopark itu.

Senin, 30 Januari 2023
A A
Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Chusni Ansori . Foto ugm.ac.id.

Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Chusni Ansori . Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejak 2018, di Kabupaten Kebumen telah terbentuk Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang akan dikembangkan menjadi Geopark Global UNESCO. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Chusni Ansori melakukan penelitian inter disiplin yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh tujuh variabel geologi terhadap sebaran keragaman situs budaya tangible pada era megalitikum, Hindu-Budha, Islam, dan Kolonial.

Penelitian itu dijadikan bahan disertasi untuk program doktor Teknik Geologi UGM. Ia memberi judul disertasinya dengan “Analisis Faktor Litologi dan Bentang Lahan terhadap Sebaran Keragaman Situs Budaya Megalitikum – Kolonial di Kawasan Taman Bumi (Geopark) Karangsambung – Karangbolong dan Sekitarnya, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah”.

Baca Juga: Data Terbaru Dampak Bencana di Kota Manado

Dalam disertasinya, Chusni menjelaskan terdapat tiga pilar utama dalam geopark, berupa keragaman geologi, biologi, dan budaya. Tujuan ketiganya untuk konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi secara berkelanjutan. Keanekaragaman biologi dan keragaman budaya itu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Melainkan mempunyai keterkaitan dengan keragaman geologinya.

Keragaman geologi daerah penelitian disebut telah menghasilkan keragaman budaya dari rra megalitikum hingga Kolonial. Pengaruh litologi terhadap pembentukan budaya kawasan pada era megalitikum sebesar 2,3 persen, Hindu-Budha 11,3 persen, Islam 2,9 persen, dan Kolonial 2,6 persen.

Baca Juga: Cukup Enam Langkah, Jelantah Disulap Menjadi Lilin Aromaterapi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINChusni Ansoriendapan alluvialera megalitikumgeopark Karangsambung - KarangbolongUGM

Editor

Next Post
Peluncuran Penyelesaian Tata Batas Menuju Penetapan Kawasan Hutan 100 Persen Tahun 2023 di Jakarta. Foto ppid.menlhk.go.id.

Atasi Pemanfaatan Ilegal, KLHK Selesaikan Penataan Kawasan Hutan Tahun Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media