Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dietriech Geoffrey, Merkuri Masuk ke Perairan Lewat Limbah Industri hingga Keramba Jaring Apung

Kepadatan keramba jaring apung yang melebihi daya dukung ideal dapat memperparah kondisi pencemaran di perairan.

Rabu, 9 Juli 2025
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen. Foto Dok. Alumni IPB.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen. Foto Dok. Alumni IPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jika penelitian menunjukkan kadar melebihi ambang batas, nyatakan tidak layak konsumsi sementara, disertai larangan penjualan,” kata dia.

Baca juga: BUMN Pertambangan Diminta Serahkan Laporan Tahunan Tepat Waktu

Kedua, pemantauan kesehatan masyarakat. Langkah yang tidak kalah penting adalah memantau kondisi kesehatan warga, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

Ketiga, penanganan akar pencemaran. Ia menegaskan perlunya mengatasi sumber masalah, termasuk penegakan hukum terhadap industri pencemar dan tambang emas ilegal di hulu Citarum, serta pengurangan drastis jumlah KJA.

“Pengurangan drastis KJA yang melebihi daya dukung krusial dapat mengurangi beban organik,” kata dia.

Baca juga: Kawasan Pasar, Kuliner, dan Mal Wajib Kelola Sampah Mandiri

Keempat, dukungan sosial-ekonomi. Pemerintah juga harus memperhatikan aspek sosial-ekonomi masyarakat terdampak melalui berupa kompensasi adil bagi pembudi daya terdampak, fasilitasi relokasi atau peralihan profesi, dan pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.

Kelima, revitalisasi ekosistem waduk.

Untuk jangka panjang, diperlukan upaya pemulihan ekosistem waduk yang meliputi penegakan hukum berbasis insentif dan disinsentif, penetapan kuota KJA sesuai kajian ilmiah, serta riset teknologi pengolahan limbah seperti fitoremediasi dan bioteknologi.

Baca juga: Riset Bakteri Wolbachia Gantikan Kelambu untuk Kendalikan Malaria di Papua

“Pemerintah harus melibatkan pembudidaya dalam pengambilan keputusan dan mengalokasikan dana riset khusus untuk mitigasi merkuri,” pesan dia.

Ia berharap upaya ini dapat memulihkan fungsi ekologis Waduk Cirata serta menjamin keberlanjutan sosial-ekonomi masyarakat sekitar.

Pada Februari 2025 lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengecekan terkait penyebab kematian ikan massal di Waduk Jatiluhur. Peristiwa kematian ikan massal ini merupakan fenomena alam tahunan akibat cuaca ekstrim yang memicu penurunan massa air hingga terjadinya upwelling yang menyebabkan pasokan oksigen berkurang secara drastis.

Selain upwelling, berdasarkan hasil pengecekan dari tim KKP, juga karena penggunaan Keramba Jaring Apung (KJA) sudah tidak sesuai dan melebih kapasitas. KKP juga selalu mengingatkan jumlah penggunaan KJA yang sesuai dengan standar dan daya dukung dengan zonasi yang telah ditentukan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daerah aliran sungaiFPIK IPB Universitykeramba jaring apungmerkuriProf. Dietriech Geoffrey Bengen

Editor

Next Post
Destinasi wisata di Danau Toba, Sumatra Utara. Foto Dok. Kemenpar.

Konferensi Internasional Jadi Upaya Geopark Kaldera Toba Raih Kembali Green Card UNESCO

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media