Jumat, 10 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Disebut Bunga Bangkai, Ini Asal Baunya

Amorphophallus titanum disebut juga bunga bangkai karena baunya busuk. Dari mana bau itu dan mengapa?

Sabtu, 6 Mei 2023
A A
Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Bunga bangkai. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Destri menjelaskan, individu bunga yang tengah mekar itu memiliki keunikan karena bunganya lebih cantik dibandingkan individu bunga bangkai lainnya. Sebab spadiks atau tongkol yang berwarna ungu tua berubah warna menjadi ungu kemerahan ketika mekar. Yang lain memiliki spadiks berwarna kuning saat mekar.

Amorphophallus titanum termasuk salah satu keluarga talas-talasan (Araceae). Dikenal dengan sebutan bunga bangkai karena saat mekar mengeluarkan bau busuk seperti bangkai. Bebauan itu kadang-kadang bisa tercium hingga radius seratus meter. Bau tersebut berasal dari asam amino yang keluar melalui permukaan tongkol. Fungsi bau tersebut adalah mengundang serangga untuk datang sehingga membantu proses penyerbukan tumbuhan tersebut.

Amorphophallus titanum termasuk kategori tumbuhan langka berdasarkan penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). Keberadaan tumbuhan itu dilindungi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan merupakan tumbuhan endemik Sumatera.

Baca Juga: Gempa Dangkal 5,6 Magnitudo di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara

Saat mekar, bunga bangkai menjadi pusat perhatian tersendiri bagi masyarakat. Mengingat bunga itu memiliki periode berbunga rata-rata empat tahun sekali. Selain itu, bunga mekar hanya dapat dinikmati selama sepekan. Setelah itu, spata bunga akan menguncup kembali, kemudian layu.

Istri Wakil Presiden Periode 2019-2004 Boediono, Herawati adalah salah satu yang tertarik melihat bunga bangkai yang mekar itu. Ia mengaku sudah tertarik ingin melihat rupa bunga bangkai dari dekat sejak masih duduk di bangku SMP.

“Saat SMP, guru saya menjelaskan tentang bunga bangkai itu dengan sangat menarik. Membuat saya tertarik untuk melihatnya,” imbuh Herawati yang datang ke sana pada 28 April 2023. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Amorphophallus titanumBRINbunga bangkaiInternational Union for Conservation of Nature

Editor

Next Post
Salah satu rumah adat gadang di Sumatera Barat. Foto dispar.sumbarprov.go.id.

Menjelajah Sumatera Barat dari Bentang Alam hingga Rumah Gadang Kuno

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media