Senin, 30 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Draw the Line Jogja Desak Presiden Realisasikan Janji Transisi 100 Persen Energi Terbarukan 2035  

Senin, 15 September 2025
A A
Peserta aksi Draw the Line Jogja menelusuri sumbu filosofi Jogja dari Gunung Merapi ke Pantai Parangtritis, 13 September 2025. Foto Dok. Draw the Line.

Peserta aksi Draw the Line Jogja menelusuri sumbu filosofi Jogja dari Gunung Merapi ke Pantai Parangtritis, 13 September 2025. Foto Dok. Draw the Line.

Share on FacebookShare on Twitter

“Aksi di Jogja ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan refleksi spiritual dan politik. Sumbu ini bukan hanya poros tata ruang kota, melainkan juga poros kosmologis yang merepresentasikan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas,” papar Muhammad Raafi dari Climate Rangers Jogja sekaligus Koordinator Draw the Line Jogja.

Baca juga:Musim Penghujan 2025-2026 Datang Lebih Cepat

Sementara Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Iklim (Jampiklim), Arami Kasih yang juga salah satu pengorganisir Draw the Line Jogja, dalam konteks gerakan iklim, penelusuran ini dimaknai sebagai refleksi keterhubungan manusia dengan alam sekaligus penegasan garis simbolik (draw the line). Bahwa kerusakan ekologi tidak boleh dibiarkan. Draw the Line Jogja ini menjadi aksi simbolik menjaga harmoni bumi, manusia, dan kebudayaan.

Sebagai Budayawan, Daud Tanudirjo, yang juga turut serta dalam Draw the Line Jogja hari ini mendukung penuh aksi ini.

“Karena memiliki kesesuaia dengan nilai-nilai Sumbu Imajiner dan Sumbu Filosofi Jogja, yang menititikberatkan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritual,”kata dia.

Baca juga: Tumpukan Sampah dan Krisis Tutupan Hutan Perparah Banjir di Bali

Melalui aksi Draw the Line Jogja ini, para aktivis iklim menuntut Presiden Prabowo membawa komitmen iklim yang lebih ambisius dalam pidatonya di PBB pada 23 September depan. Dalam tuntutan mereka, presiden didesak agar segera merealisasikan janjinya, yaitu transisi 100 persen energi terbarukan pada 2035, dengan menuangkannya ke dalam Second Nationaly Determined Contribution (SNDC) yang akan dikumpulkan pemerintah Indonesia pada tanggal 20 September minggu depan.

Selain itu, aksi ini juga menuntut presiden dan para pembuat kebijakan untuk segera: mengesahkan RUU Keadilan Iklim dan RUU Masyarakat Adat, menghentikan kriminalisasi aktivis dan intimidasi terhadap masyarakat, serta memajaki para superkaya dan perusak lingkungan demi mendanai transisi energi bersih.

“Indonesia harus berdiri di garis depan solusi iklim dan keadilan, bukan di sisi perusak dan pelaku kejahatan. Inilah waktunya kita bersama-sama menarik garis: melawan ketidakadilan, ketimpangan, dan bencana ekologi. Dunia ini milik kita, dan masa depan harus ditentukan dengan keberanian,” tambah Raafi. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Draw the LineJampiklim JogjaSecond Nationaly Determined ContributionSidang Umum PBBsumbu filosofi

Editor

Next Post
Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media