Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

Penting melakukan pemetaan untuk mengetahui status kepemilikan lahan dan peruntukannya, serta apakah lahan tersebut berada di area rawan bencana atau tidak.

Selasa, 16 September 2025
A A
Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, meraih penghargaan prestisius The Guardian Honor (Lifetime Achievement) dalam ajang Katadata Green Innovator Awards 2025. Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi hidupnya dalam melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Bambang dikenal luas sebagai pakar forensik kebakaran yang tak pernah surut dalam mengungkap kasus karhutla. Pada 2019 lalu, ia juga menerima John Maddox Prize di London, Inggris, berkat kontribusinya menggunakan bukti ilmiah untuk mendukung penegakan hukum terhadap praktik pembakaran hutan secara ilegal.

Sejak awal karier, ketertarikannya terhadap isu karhutla berangkat dari rasa ingin tahu. Saat mahasiswa S-1, ia sering membaca publikasi tentang kebakaran besar tahun 1982/1983 yang melanda 3,6 juta hektare, terutama di Kalimantan Timur. Banyak yang tidak percaya hutan tropis bisa terbakar.

Baca juga: Draw the Line Jogja Desak Presiden Realisasikan Janji Transisi 100 Persen Energi Terbarukan 2035  

“Kenyataannya benar terjadi dengan dampak luar biasa. Dari situlah saya terdorong menekuni bidang ini,”jelas dia.

Lebih dari 35 tahun meneliti dan menjadi saksi ahli di berbagai persidangan, ia mengakui tantangan terbesar adalah keterbatasan data lapangan. Tak hanya itu, sering kali ia mesti berhadapan dengan para ‘ahli’ yang berpihak pada perusahaan dengan kesaksian tidak sesuai fakta.

Namun berkat teknologi seperti citra satelit dan kekuatan bukti ilmiah, kebenaran akhirnya terbukti. Pada kasus PT KA di Aceh, nilai kerugian lingkungan sebesar Rp366 miliar tetap dipertahankan dari tingkat pertama hingga kasasi.

Baca juga: Pabrik PMT Disegel karena Ekspor Udang Beku Terkontaminasi Cesium, Ini Kata Pakar

Meski kerap menghadapi tekanan, ia berpesan khususnya generasi muda agar tak tinggal diam ketika menyaksikan kerusakan lingkungan. Bahwa dampak negatif karhutla tidak bisa diragukan lagi, mulai dari lingkungan, flora, fauna, kesehatan, hingga kerugian ekonomi. Pencegahan harus menjadi prioritas.

“Silakan berkiprah di bidang pendidikan, teknologi, maupun penegakan hukum. Ingatlah, sekecil apapun kontribusi Anda akan lebih berarti daripada hanya mengeluh tanpa tindakan,” pesan Bambang.

Warga terdampak karhutla meningkat

Sementara sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal Science, Agustus 2025, mengungkap temuan paradoks terkait tren kebakaran hutan dan lahan global. Penelitian yang dipimpin tim dari University of California Irvine, Amerika serikat, menunjukkan meskipun total area yang terbakar secara global mengalami penurunan signifikan, jumlah populasi yang terpapar dampaknya justru melonjak tajam.

Baca juga: Belajar Konsisten Menjaga Hutan dari Masyarakat Adat

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak karhutlaFakultas Kehutanan UGMJohn Maddox PrizeProfesor Bambang Hero SaharjoThe Guardian Honor

Editor

Next Post
Pourfect 60, alat seduh kopi V60 otomatis. Foto Istimewa.

Pourfect 60, Permudah Barista Menyeduh Kopi V60 secara Efisien dan Konsisten

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media