Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Forum Guru Besar ITB Sebut Perubahan Iklim Makin Parah Didominasi Aktivitas Manusia

Salah satu dampak perubahan iklim di bidang pertanian yang terbaru terkait isu ketahanan pangan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perubahan iklim telah menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.

Selasa, 6 Agustus 2024
A A
Ilustrasi pencairan es di kutub akibat perubahan iklim. Foto makabera/pixabay.com.

Ilustrasi pencairan es di kutub akibat perubahan iklim. Foto makabera/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan iklim merupakan perubahan jangka panjang pada suhu dan pola cuaca akibat aktivitas manusia. Observasi yang dilakukan oleh panel antarpemerintah tentang perubahan iklim menunjukkan kenaikan suhu permukaan bumi meningkat sekitar 1,1 derajat Celsius pada kurun waktu 2011-2020. Hasil simulasi menunjukkan perubahan iklim semakin parah yang didominasi faktor aktivitas manusia yang menyebabkan peningkatan gas rumah kaca.

Baca Juga: Pemerintah akan Terapkan Biodiesel B40 Berbasis Kelapa Sawit Tahun 2025

Secara global, perubahan iklim telah berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, Prof. Djoko Santoso Abi Suroso menekankan pentingnya langkah-langkah adaptasi dan mitigasi untuk menghadapi perubahan iklim di Indonesia.

“Semakin banyak bukti sehingga semakin yakin dan sedang terjadi perubahan iklim,” ujar dia.

Adapun salah satu dampak perubahan iklim di bidang pertanian yang terbaru terkait isu ketahanan pangan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perubahan iklim telah menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.

Baca Juga: 6 Agustus BRIN Ajak Masyarakat Matikan Lampu Satu Jam, Ini Alasannya

Ia menjelaskan terdapat perbedaan antara pengertian adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Adaptasi perubahan iklim adalah proses atau upaya penyesuaian terhadap perubahan iklim untuk mengurangi dampaknya. Sementara mitigasi perubahan iklim adalah upaya untuk mengurangi emisi atau meningkatkan penyerapan emisi gas rumah kaca melalui teknologi dan proses pengurangan emisi.

Dengan demikian perlu transformasi menuju ketahanan dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia, dengan menyatukan adaptasi dan mitigasi. Lewat mitigasi perubahan iklim ditargetkan akan terjadi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen apabila dengan kemampuan Indonesia sendiri. Serta penurunan sebesar 43,2 persen apabila dengan dukungan internasional.

Salah satu sektor yang saat ini menjadi perhatian dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yaitu sektor energi.

“Potensi energi baru dan terbarukan yang dimiliki Indonesia sangat tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai upaya mengurangi gas rumah kaca,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana alamForum Guru Besar ITBgas rumah kacaIKN Nusantarakenaikan suhuperubahan iklim

Editor

Next Post
Kolase foto lokasi alat pemantau aktivitas Gunung Semeru yang hilang. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Alat Pemantauan Aktivitas Gunung Semeru Dicuri, Gembok Pagar Digergaji

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media