Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alat Pemantauan Aktivitas Gunung Semeru Dicuri, Gembok Pagar Digergaji

Rabu, 7 Agustus 2024
A A
Kolase foto lokasi alat pemantau aktivitas Gunung Semeru yang hilang. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Kolase foto lokasi alat pemantau aktivitas Gunung Semeru yang hilang. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pengamat Gunung Api (PGA) Semeru melaporkan kejadian pencurian alat pemantauan aktivitas Gunung Semeru di Stasiun Klepu berupa accu Panasonik 75 Ah sebanyak empat buah. Pencurian menyebabkan kerugian semua pihak karena hilangnya alat pemantauan telah mengganggu pengamatan dan pemantauan gunung api Semeru yang seharusnya dilakukan 24 jam.

“Alat pemantauan Gunung Semeru di Stasiun Klepu mengalami carrier off sejak 31 Juli 2004. Setelah dilakukan pengecekan ternyata 4 buah accu Panasonik 75 Ah hilang,” ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya di Pos PGA G. Dieng Jawa Tengah, Selasa, 6 Agustus 2024.

Hadi mengingatkan, alat-alat pemantauan ini seyogyanya dapat dijaga dan dipelihara bersama karena alat itu untuk kepentingan pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Mengingat peralatan pemantauan gunung api merupakan early warning system.

Baca Juga: Forum Guru Besar ITB Sebut Perubahan Iklim Makin Parah Didominasi Aktivitas Manusia

“Jadi saya harapkan agar tokoh masyarakat, masyarakat sekitarnya, masyarakat luas juga ikut menjaga aset yang tersebar di setiap pos gunung api dan sistem yang ada di gerakan tanah,” ucap dia lagi.

Sementara itu, Kepala PGA Semeru, Liswanto mengatakan, petugas PGA Gunung Semeru mengetahui hilangnya alat-alat pemantauan pada 4 Agustus 2024. Saat dilakukan pengecekan, menemukan gembok pagar sudah terbuka dengan cara digergaji. Sedangkan empat unit accu Panasonic berkapasitas 75 ampere hilang.

“Petugas langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang dan sudah dibuatkan surat kehilangan tertanggal 4 Agustus 2024,” ujar Liswanto.

Baca Juga: Usai Tak Digunakan, Kantong Kemasan Casspa Pouch Bisa Jadi Pupuk

Ia memperkirakan kerugian berdasar penghitungan sementara atas kehilangan alat-alat tersebut sekitar Rp14 juta. Namun Liswanto menyatakan, proses penantauan masih berjalan baik karena masih banyak peralatan pendukung lain yang masih dalam keadaan baik dan berjalan lancar.

“Tidak terlalu berpengaruh besar karena alat kami kan tersebar banyak. Itu hanya satu alat repeater yang kerjanya untuk memancarulangkan dari Semeru di sebelah barat. Alat kami masih banyak yang di timur, selatan, tenggara,” ungkap Liswanto.

Modernisasi Alat Mitigasi Bencana Gunung Api

Sementara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PVMBG disebut terus meningkatkan pemantauan, penyelidikan, serta peringatan dini terhadap aktivitas vulkanik di berbagai gunung api di Indonesia.

Baca Juga: Green Hercules, Patung Robot dari Besi Tua untuk Kurangi Emisi CO2

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: alat pemantauan aktivitas gunungearly warning systemGunung SemeruPeta KRBPos Pengamatan Gunung Api

Editor

Next Post
Anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith ditemukan di Gunungkidul. Foto Trubus.

Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith Ditemukan di Gunungkidul

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media