Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, tim peneliti menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik hanya ditemukan di TNGL.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) telah ditetapkan menjadi Situs Warisan Alam Dunia “Tropical Rainforest Heritage of Sumatra” oleh UNESCO sejak 2004. Namun saat ini TNGL tengah mengalami ancaman kerusakan hutan dan kepunahan spesies. Guna mencegah ancaman kerusakan terus berlanjut, diperlukan dukungan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai upaya konservasi flora yang terancam punah di TNGL.

Berdasarkan data globalforestwatch.org tahun 2024, sejak 2001 hingga 2023 TNGL telah kehilangan 26.000 ha tutupan pohon atau hutannya.

“Padahal TNGL merupakan rumah dari hampir sepertiga keanekaragaman flora Sumatra,” kata Peneliti Ahli Utama, Iyan Robiansyah sekaligus Ketua Kelompok Riset Konservasi Tumbuhan Terancam Kepunahan, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat acara Jamming Session #10 bertajuk “Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Gunung Leuser” pada 4 Juli 2024.

Baca Juga: Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi untuk Kesuburan Tanaman

Iyan yang juga sebagai Red List Authority Coordinator, Indonesian Plant Red List Authority menyebutkan jumlah tumbuhan dilindungi, jenis endemik, dan tumbuhan terancam kepunahan di TNGL.

Berdasarkan kajian beberapa publikasi ilmiah, dari 2.273 spesies tumbuhan berpembuluh yang ditemukan di TNGL, 7 spesies di antaranya merupakan jenis dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018. Sedangkan berdasarkan Daftar Merah IUCN, ia menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik yang hanya ditemukan di TNGL.

Dia pun merinci jenis flora dilindungi yang ditemukan di TNGL adalah 2 jenis anggrek Cymbidium hartinahianum dan Paphiopedilum primulinum; 2 jenis Rafflesia yaitu Rafflesia lawangensis dan Rafflesia micropylora; 2 jenis kantong semar yaitu Nepenthes tobaica dan Nepenthes; dan jenis palem Johannesteijsmannia altifrons.

Baca Juga: KLHK Ajak Kadinas LH Pilah Sampah dari Rumah karena TPA adalah Tempat Residu

Berdasarkan kategori Daftar Merah IUCN, dia menyebutkan beberapa spesies tumbuhan di TNGL yang berstatus konservasi ‘kritis’ (Critically Endangered/CR), yaitu Lithocarpus orbicularis. Kemudian berstatus ‘genting’ (Endangered/EN) meliputi Vitex vansteenisii, Elaeocarpus brigittae, Canarium karoense, Lithocarpus atjehensis, dan Quercus steenisii.

Peneliti Ahli Muda PREE, Enggal Primananda menjelaskan upaya konservasi pemulihan spesies tumbuhan terancam kepunahan di TNGL. Berdasarkan hasil penelitiannya bersama tim, dia berupaya mengkonservasi Quercus steenisii, jenis endemik TNGL yang dikenal dengan nama gensing tanduk atau gajo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINkeanekaragaman floraTaman Nasional Gunung Leusertanaman endemik

Editor

Next Post
Gempa bumi tektonik dangkal 4,4M dirasakan di Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad, 7 Juli 2024. Foto Inatews.

Gempa Bumi Dangkal M4,4 Dirasakan Masyarakat di Batang dan Pekalongan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media