Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, tim peneliti menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik hanya ditemukan di TNGL.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) telah ditetapkan menjadi Situs Warisan Alam Dunia “Tropical Rainforest Heritage of Sumatra” oleh UNESCO sejak 2004. Namun saat ini TNGL tengah mengalami ancaman kerusakan hutan dan kepunahan spesies. Guna mencegah ancaman kerusakan terus berlanjut, diperlukan dukungan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai upaya konservasi flora yang terancam punah di TNGL.

Berdasarkan data globalforestwatch.org tahun 2024, sejak 2001 hingga 2023 TNGL telah kehilangan 26.000 ha tutupan pohon atau hutannya.

“Padahal TNGL merupakan rumah dari hampir sepertiga keanekaragaman flora Sumatra,” kata Peneliti Ahli Utama, Iyan Robiansyah sekaligus Ketua Kelompok Riset Konservasi Tumbuhan Terancam Kepunahan, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat acara Jamming Session #10 bertajuk “Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Gunung Leuser” pada 4 Juli 2024.

Baca Juga: Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi untuk Kesuburan Tanaman

Iyan yang juga sebagai Red List Authority Coordinator, Indonesian Plant Red List Authority menyebutkan jumlah tumbuhan dilindungi, jenis endemik, dan tumbuhan terancam kepunahan di TNGL.

Berdasarkan kajian beberapa publikasi ilmiah, dari 2.273 spesies tumbuhan berpembuluh yang ditemukan di TNGL, 7 spesies di antaranya merupakan jenis dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018. Sedangkan berdasarkan Daftar Merah IUCN, ia menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik yang hanya ditemukan di TNGL.

Dia pun merinci jenis flora dilindungi yang ditemukan di TNGL adalah 2 jenis anggrek Cymbidium hartinahianum dan Paphiopedilum primulinum; 2 jenis Rafflesia yaitu Rafflesia lawangensis dan Rafflesia micropylora; 2 jenis kantong semar yaitu Nepenthes tobaica dan Nepenthes; dan jenis palem Johannesteijsmannia altifrons.

Baca Juga: KLHK Ajak Kadinas LH Pilah Sampah dari Rumah karena TPA adalah Tempat Residu

Berdasarkan kategori Daftar Merah IUCN, dia menyebutkan beberapa spesies tumbuhan di TNGL yang berstatus konservasi ‘kritis’ (Critically Endangered/CR), yaitu Lithocarpus orbicularis. Kemudian berstatus ‘genting’ (Endangered/EN) meliputi Vitex vansteenisii, Elaeocarpus brigittae, Canarium karoense, Lithocarpus atjehensis, dan Quercus steenisii.

Peneliti Ahli Muda PREE, Enggal Primananda menjelaskan upaya konservasi pemulihan spesies tumbuhan terancam kepunahan di TNGL. Berdasarkan hasil penelitiannya bersama tim, dia berupaya mengkonservasi Quercus steenisii, jenis endemik TNGL yang dikenal dengan nama gensing tanduk atau gajo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINkeanekaragaman floraTaman Nasional Gunung Leusertanaman endemik

Editor

Next Post
Gempa bumi tektonik dangkal 4,4M dirasakan di Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad, 7 Juli 2024. Foto Inatews.

Gempa Bumi Dangkal M4,4 Dirasakan Masyarakat di Batang dan Pekalongan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media