Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, tim peneliti menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik hanya ditemukan di TNGL.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Upaya menemukan kembali tumbuhan gajo ini di TNGL diawali dengan penelusuran jalur ekspedisi tahun 1937 dan 1975 oleh ilmuwan Belanda seperti yang tercantum dalam spesimen herbarium. Kemudian dia menggunakan metode survei populasi gajo yang terfokus berdasarkan Brewer (2013) dengan sedikit modifikasi.

Baca Juga: Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

“Kami melakukan survei yang difokuskan pada area dengan kemungkinan tinggi ditemukannya spesies target berdasarkan data dari spesimen herbarium, protologue, jejak kolektor, tutupan hutan, informasi warga lokal, pemburu, pendaki dengan intuisi yang akurat, dan tim yang kuat,” papar dia.

Hampir setengah abad belum ditemukan lagi keberadaan spesies ini. Namun Enggal dan tim berhasil menemukan kembali populasi gajo di habitat alaminya di ketinggian tempat 2.500-3.500 mdpl di Gunung Leuser. Sebanyak 34 pohon yang 73,5 persen di antaranya merupakan individu dewasa setinggi 20 m dengan diameter batang 2 meter.

Menurut dia, ekspedisi lanjutan perlu dilakukan untuk mengumpulkan benih, semai, dan spesimen herbarium.

Baca Juga: Sarang dan Anak Elang Brontok Ditemukan di SM Sermo Kulon Progo

“Kami berencana akan melanjutkan ekspedisi untuk pemulihan spesies gajo ini sekitar Agustus 2024, ketika musim berbuah,” kata Enggal.

Kepala Balai Besar TNGL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jefry Susyafrianto menjelaskan sejauh ini pihaknya telah menyusun Road Map Penelitian di TNGL Tahun 2021-2030. Ia berharap para periset BRIN dapat memberi dukungan riset konservasi keanekaragaman hayati di TNGL.

“Terutama dalam hal inventarisasi sumber daya alam dan konservasi spesies flora langka dan dilindungi,” harap Jefry. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINkeanekaragaman floraTaman Nasional Gunung Leusertanaman endemik

Editor

Next Post
Gempa bumi tektonik dangkal 4,4M dirasakan di Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad, 7 Juli 2024. Foto Inatews.

Gempa Bumi Dangkal M4,4 Dirasakan Masyarakat di Batang dan Pekalongan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media