Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, tim peneliti menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik hanya ditemukan di TNGL.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Upaya menemukan kembali tumbuhan gajo ini di TNGL diawali dengan penelusuran jalur ekspedisi tahun 1937 dan 1975 oleh ilmuwan Belanda seperti yang tercantum dalam spesimen herbarium. Kemudian dia menggunakan metode survei populasi gajo yang terfokus berdasarkan Brewer (2013) dengan sedikit modifikasi.

Baca Juga: Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

“Kami melakukan survei yang difokuskan pada area dengan kemungkinan tinggi ditemukannya spesies target berdasarkan data dari spesimen herbarium, protologue, jejak kolektor, tutupan hutan, informasi warga lokal, pemburu, pendaki dengan intuisi yang akurat, dan tim yang kuat,” papar dia.

Hampir setengah abad belum ditemukan lagi keberadaan spesies ini. Namun Enggal dan tim berhasil menemukan kembali populasi gajo di habitat alaminya di ketinggian tempat 2.500-3.500 mdpl di Gunung Leuser. Sebanyak 34 pohon yang 73,5 persen di antaranya merupakan individu dewasa setinggi 20 m dengan diameter batang 2 meter.

Menurut dia, ekspedisi lanjutan perlu dilakukan untuk mengumpulkan benih, semai, dan spesimen herbarium.

Baca Juga: Sarang dan Anak Elang Brontok Ditemukan di SM Sermo Kulon Progo

“Kami berencana akan melanjutkan ekspedisi untuk pemulihan spesies gajo ini sekitar Agustus 2024, ketika musim berbuah,” kata Enggal.

Kepala Balai Besar TNGL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jefry Susyafrianto menjelaskan sejauh ini pihaknya telah menyusun Road Map Penelitian di TNGL Tahun 2021-2030. Ia berharap para periset BRIN dapat memberi dukungan riset konservasi keanekaragaman hayati di TNGL.

“Terutama dalam hal inventarisasi sumber daya alam dan konservasi spesies flora langka dan dilindungi,” harap Jefry. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINkeanekaragaman floraTaman Nasional Gunung Leusertanaman endemik

Editor

Next Post
Gempa bumi tektonik dangkal 4,4M dirasakan di Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad, 7 Juli 2024. Foto Inatews.

Gempa Bumi Dangkal M4,4 Dirasakan Masyarakat di Batang dan Pekalongan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media