“Dark chocolate hasil kombinasi dengan black garlic ini bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dan bisa menyegarkan karena mengandung theobromina,” terang Annis.
Untuk memudahkan mengonsumsi, Annis mengemas makanan sehat itu dalam bentuk setengah bola kecil. Konsumen dapat memakannya dengan sekali kunyah sehingga lebih nyaman untuk dikonsumsi. Bahkan Annis mengemasnya dalam kertas alumunium foil warna keemasan, seperti pembungkus cokelat sehingga menarik dikonsumsi.
Ia mengungkapkan, penelitiannya bawang putih tunggal terfermentasi tersebut terinspirasi khasiat bawang putih. Penelitiannya merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Target sasarannya adalah lansia. Pasca-pandemi Covid-19, lansia menjadi salah satu yang berisiko tinggi terdampak virus-virus berbahaya.
Baca Juga: Gempa Turki, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama
“Selain dapat mengonsumsi, kami ingin para lansia juga dapat memproduksi sendiri black garlic atau dalam bentuk olahan GARCHOC ini. Jadi, kami mengadakan edukasi, pelatihan dan pendampingan kepada para lansia,” papar Annis.
Annis juga telah mendaftarkan penelitian GARCHOC ke Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR sejak 23 Januari 2022. Ia berharap penelitiannya dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di pedesaan.
“Semoga teknologi penelitian yang saya kembangkan dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi bahan pangan yang mudah ditemukan di desa. Juga memberikan sumbangsih turut menyehatkan masyarakat melalui makanan yang sehat,” tukas Annis. [WLC02]
Sumber: Universitas Airlangga







Discussion about this post