Namun, ancaman terhadap kelestariannya semakin nyata. Aktivitas pendaki yang tidak bertanggung jawab, termasuk penggunaan air Sungai Kolbu untuk mandi dan mencuci, dapat mencemari kawasan ini. Limbah sabun dan deterjen, meskipun terlihat sepele, dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, merusak vegetasi riparian, dan mengancam organisme air.
Sebagai bagian dari kawasan konservasi, Sungai Kolbu adalah cagar alam yang tidak diperuntukkan untuk aktivitas seperti mandi atau mencuci. Melainkan harus diperlakukan sebagai sumber air yang dilindungi.
Kerusakan yang terjadi di area ini dapat berdampak luas. Tak hanya bagi keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Kolbu, tetapi juga bagi masyarakat di hilir yang bergantung pada aliran air dari pegunungan.
Baca juga: Anggota Komisi IV DPR Soroti Deretan Kasus Pagar Laut yang Tak Kunjung Usai
Fajar mengingatkan, sebagai pendaki dan pecinta alam, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian Sungai Kolbu.
Pertama, gunakan air secukupnya untuk kebutuhan minum tanpa mencemari sumbernya.
Kedua, jangan gunakan sabun atau deterjen di sekitar mata air dan alirannya, karena bahan kimia di dalamnya dapat merusak ekosistem air.
Ketiga, bawa kembali sampah plastik atau sisa makanan, agar kawasan tetap bersih dan alami dan tidak merubah perilaku satwa.
Baca juga: Magma Erupsi Gunung Ruang 2024 Alami Dekompresi Setara Erupsi Gunung Vesuvius 79 Masehi
Keempat, hormati alam dan regulasi konservasi, karena setiap tindakan kecil dapat berdampak besar bagi kelangsungan ekosistem.
Cagar Alam Sungai Kolbu adalah lebih dari sekadar persinggahan di jalur pendakian Argopuro. Ini adalah warisan alam yang perlu dijaga agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Setiap tetes airnya adalah penopang kehidupan dan kelestariannya bergantung pada kepedulian kita semua. [WLC02]
Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan
Discussion about this post