Minggu, 31 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

HKB 2025, Uji Publik Rancangan Peraturan BNPB di Mataram hingga Tanam Aren di Serdang Bedagai

Minggu, 27 April 2025
A A
Simulasi bencana gempa oleh pelajar SMA dalam peringatan HKB 2025 di Mataram, NTB, 26 April 2025. Foto Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Simulasi bencana gempa oleh pelajar SMA dalam peringatan HKB 2025 di Mataram, NTB, 26 April 2025. Foto Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selama uji publik ini, beberapa masukan penting diperlukan untuk memberi perspektif baru yang dapat mengakomodasi kebutuhan dan tantangan ke depan. Masukan tersebut akan ditindaklanjuti tim perumus untuk penyempurnaan akhir.

Rancangan Peraturan BNPB ini melingkupi prinsip tugas dan fungsi, jenis Forum PRB, kelembagaan dan pembentukan Forum PRB daerah, kelembagaan dan pembentukan Forum PRB tematik, kerja sama, evaluasi dan pelaporan serta fasilitasi dan pembiayaan.

Bibit pohon aren untuk minimalisir bencana

Peringatan HKB 2025 juga diperingati Perwakilan Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) yang juga Kader Konservasi Alam Sumatera Utara, sekaligus memperingati Hari Bumi Sedunia. Mereka menyerahkan bantuan 4000 bibit aren untuk meminimalisir bencana, pelepasan 4.000 bibit ikan nila dan gurami untuk mendukung kelestarian ekosistem perairan dan penuangan eco enzyme untuk meningkatkan kualitas air di bantaran Sungai Belutu di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu, 27 April 2025.

Baca juga: Habis Kebocoran Gas, Terbitlah Semburan Lumpur Panas di Geothermal Sorik Marapi

“Apalagi intensitas hujan pada 2025 yang sering terjadi di Sumatera Utara membuat seluruh pihak harus siaga menghadapi bencana,” kata Kader Konservasi Alam Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara sekaligus Founder Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi GRAS, Nurhabli Ridwan dalam siaran tertulis yang diterima Wanaloka.com, Minggu, 27 April 2025.

Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Bathara Surya Yusuf menjelaskan, bibit pohon aren dipilih karena tanaman ini dapat menyerap air melalui akar serabutnya yang kuat dan dapat mengikat air tanah. Akar pohon aren dapat membantu menjaga suplai dan intensitas air tanah, terutama saat musim kemarau. Juga dapat menahan erosi tanah dan mencegah banjir.

Pohon aren jenis genjah ini mulai berbuah pada usia sekitar empat tahun sejak masa tanam. Buah dari pohon aren dapat dimanfaatkan menjadi kolangkaleng, niranya dapat diolah menjadi gula aren, pelepahnya bisa dimanfaatkan menjadi sapu lidi.

Baca juga: Agung Baskoro, Memotret Masyarakat Adat Halmahera yang Terpinggirkan Tambang Nikel

Pohon aren merupakan pohon konservasi produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem. Hasil studi menunjukkan, aren dari pohonnya menghasilkan Rp80 ribu perhari perbatang. Saat umur empat tahun, ada putaran nilai ekonomi 320 juta per hari. Dalam 25 hari produksi atau satu bulan bisa menghasilkan lebih kurang Rp8 miliar putar uang dari hasil aren.

“Masyarakat bisa sekolahkan anaknya, kemampuan daya beli meningkat sehingga perekonomian di Serdang Bedagai bisa meningkat. Ini yang kami harapkan dari penyerahan bibit aren yang akan ditanam masyarakat,” kata Bathara. [WLC02]

Sumber: BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Forum PRBHKB 2025Kabupaten Serdang BedagaiKota Matarampohon arenRancangan Peraturan BNPB

Editor

Next Post
Beberapa barang bukti dalam kasus perburuan cula Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Foto Dok. Balai TNUK.

Pelaku Perdagangan Cula Badak Jawa di Ujung Kulon Batal Bebas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media