Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Sumbang 15 Persen Total Gempa Bumi di Dunia

Minggu, 6 Oktober 2024
A A
Indonesia terletak di persimpangan empat lempeng tektonik utama. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Indonesia terletak di persimpangan empat lempeng tektonik utama. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejak tahun 2000 hingga 2024, di Indonesia tercatat mengalami sekitar 12-15 persen dari total kejadian gempa bumi di dunia. Artinya, gempa bumi di Indonesia menyumbang sekitar 12 hingga 15 persen dari seluruh kejadian gempa dunia.

“Dan dalam periode tersebut, Indonesia mengalami 5 hingga 29 kejadian gempa bumi merusak setiap tahun,” kata Penyelidik Bumi Utama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Supartoyo dalam orasi ilmiahnya sebagai dosen tamu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Disebut gempa bumi merusak karena gempa yang terjadi mengakibatkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerusakan geologi permukaan.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Kembali Terjang Padang Pariaman

Selain gempa bumi, Indonesia juga mengalami 18 kejadian tsunami dalam 29 tahun terakhir. Sedangkan, gerakan tanah yang terjadi di Indonesia mencapai lebih dari 800 kejadian setiap tahun.

“Itu angka yang sangat luar biasa,” ujar Supartoyo.

Sebagian besar gerakan tanah dipicu oleh curah hujan tinggi, kemiringan lereng, dan litologi satuan batuan meskipun beberapa di antaranya juga disebabkan gempa bumi.

Baca Juga: Pemanfataan Kawasan Bentang Alam Karst antara Konservasi dan Eksploitasi

“Kami memiliki sejarah tsunami dengan tinggi rendaman yang signifikan, seperti yang terjadi di Aceh,” kata Supartoyo.

Yang menarik, sumber tsunami di Indonesia tidak hanya berasal dari zona megathrust. Melainkan juga dari zona non-tektonik lain, seperti erupsi gunung api. Ada 127 gunung api aktif yang 69 di antaranya dipantau penuh selama 24 jam oleh Badan Geologi KESDM melalui PVMBG.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gempa bumigempa bumi dan tsunamigerakan tanahIndonesialempeng tektonikmitigasi bencana geologi

Editor

Next Post
Ilustrasi dampak perubahan iklim. Foto JodyDellDavis/pixabay.com.

Atasi Krisis Planet, Para Ahli Desak Rekonstruksi Aturan Hukum Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media