Sabtu, 14 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Sumbang 15 Persen Total Gempa Bumi di Dunia

Minggu, 6 Oktober 2024
A A
Indonesia terletak di persimpangan empat lempeng tektonik utama. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Indonesia terletak di persimpangan empat lempeng tektonik utama. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejak tahun 2000 hingga 2024, di Indonesia tercatat mengalami sekitar 12-15 persen dari total kejadian gempa bumi di dunia. Artinya, gempa bumi di Indonesia menyumbang sekitar 12 hingga 15 persen dari seluruh kejadian gempa dunia.

“Dan dalam periode tersebut, Indonesia mengalami 5 hingga 29 kejadian gempa bumi merusak setiap tahun,” kata Penyelidik Bumi Utama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Supartoyo dalam orasi ilmiahnya sebagai dosen tamu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Disebut gempa bumi merusak karena gempa yang terjadi mengakibatkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerusakan geologi permukaan.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Kembali Terjang Padang Pariaman

Selain gempa bumi, Indonesia juga mengalami 18 kejadian tsunami dalam 29 tahun terakhir. Sedangkan, gerakan tanah yang terjadi di Indonesia mencapai lebih dari 800 kejadian setiap tahun.

“Itu angka yang sangat luar biasa,” ujar Supartoyo.

Sebagian besar gerakan tanah dipicu oleh curah hujan tinggi, kemiringan lereng, dan litologi satuan batuan meskipun beberapa di antaranya juga disebabkan gempa bumi.

Baca Juga: Pemanfataan Kawasan Bentang Alam Karst antara Konservasi dan Eksploitasi

“Kami memiliki sejarah tsunami dengan tinggi rendaman yang signifikan, seperti yang terjadi di Aceh,” kata Supartoyo.

Yang menarik, sumber tsunami di Indonesia tidak hanya berasal dari zona megathrust. Melainkan juga dari zona non-tektonik lain, seperti erupsi gunung api. Ada 127 gunung api aktif yang 69 di antaranya dipantau penuh selama 24 jam oleh Badan Geologi KESDM melalui PVMBG.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gempa bumigempa bumi dan tsunamigerakan tanahIndonesialempeng tektonikmitigasi bencana geologi

Editor

Next Post
Ilustrasi dampak perubahan iklim. Foto JodyDellDavis/pixabay.com.

Atasi Krisis Planet, Para Ahli Desak Rekonstruksi Aturan Hukum Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media