Rabu, 25 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

IPB University Teliti Populasi Ikan Red Devil yang Resahkan Nelayan Danau Toba

Kamis, 24 Oktober 2024
A A
Distribusi ikan red devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba bulan April 2024. Foto Dok. FPIK IPB University.

Distribusi ikan red devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba bulan April 2024. Foto Dok. FPIK IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Kedua, ikan red devil bersifat omnivora (pemakan segala) dan cenderung karnivora, sehingga dapat memanfaatkan semua relung makanan yang tersedia. Bahkan spesies ini ditemukan mengonsumsi anak-anak spesies ikan lainnya.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang 176 Rumah Warga di Bone Bolango

Ketiga, ikan red devil bersifat agresif, membangun teritori, menjaga sarangnya dan memijah sepanjang tahun. Alhasil membuat rekrutmen ikan ini sangat cepat.

Keempat, masyarakat di sekitar Danau Toba tidak terlalu menggemari ikan ini karena durinya tajam dan dagingnya tipis. Ikan itu lebih banyak ditangkap untuk dijadikan pakan ternak. Akibatnya, tingkat pertumbuhan populasi ikan red devil terus menanjak naik karena kurang penangkapan (fishing effort).

Kelima, sampai saat ini, pemanfaatan ikan red devil menjadi bahan makanan berupa produk olahan seperti bakso ikan dan kerupuk ikan masih sangat terbatas.

Baca Juga: BMKG Sebut Gempa Pangandaran Dipicu Deformasi Batuan Dalam

“Penelitian ini masih studi pendahuluan. Kami sudah merancang kajian berikutnya yang bukan saja fokus kepada aspek bio-ekologi ikan red devil,” terang Charles.

Melainkan juga melakukan kajian pengendalian populasi ikan red devil, interaksi antar populasi ikan penghuni Danau Toba saat ini, dan pemanfaatan ikan red devil untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan di sekitar Danau Toba.

Dosen FPIK melihat, bahwa ikan red devil dapat dimanfaatkan menjadi bahan makanan sumber protein hewani untuk mengurangi angka stunting anak-anak di sekitar Danau Toba. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Danau TobaFPIK IPB Universityikan invansifikan red devilProgram Dosen Pulang Kampung

Editor

Next Post
Peta izin pemanfataan SDA skala besar di Indonesia Forest Watch Indonesia. Foto Dok. Forest Watch Indonesia.

Disesalkan, Delegasi Indonesia Tolak Badan Permanen dan Pendanaan Langsung untuk Masyarakat Adat dalam COP 16 CBD

Discussion about this post

TERKINI

  • Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun
    In Lingkungan
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia
    In Rehat
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Air melimpas ke jalan raya Purwodadi-Semarang, akibat tanggul tidak mampu menampung debit air di Dusun Mlati, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin, 16 Februari 2026. Foto BPBD Kabupaten Grobogan.Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, Beberapa Tanggul Jebol
    In Bencana
    Senin, 16 Februari 2026
  • Peneliti BRIN melakukan penelitian di Sungai Cisadane. Foto Dok. BRIN.Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Peneliti BRIN Bagikan Strategi Mitigasi Darurat
    In Lingkungan
    Senin, 16 Februari 2026
  • Citra satelit terkait potensi monsun Asia yang menguat. Foto Dok. BMKG.Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Aceh hingga Papua
    In News
    Minggu, 15 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media